Korut dan Korsel Makin Panas, Korea Utara Disebut Tembakkan 80 Peluru Artileri
Situasi Korea Selatan dan Korea Utara semakin panas. militer Korea Selatan mengatakan jika Korea Utara menembakkan 80 artileri ke zona penyangga marit
TRIBUNJAMBI.COM - Situasi Korea Selatan dan Korea Utara semakin panas.
Pada Jumat (4/11/2022), militer Korea Selatan mengatakan jika Korea Utara menembakkan 80 artileri ke zona penyangga maritim sejak Kamis (3/11/2022) malam.
Sebelumnya Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) memutuskan memperpanjang latihan udara bersama terbesar mereka hingga Sabtu (5/11/2022), sebagai tanggapan terhadap rentatan uji coba rudal Korea Utara.
Tak lama setelah keputusan itu diumumkan pada Kamis, Korea Utara menembakkan tiga rudal balistik jarak pendek.
Korea Utara menyebut langkah Korea Selatan dan AS untuk memperpanjang latihan bersama adalah pilihan yang sangat berbahaya dan keliru.
Militer Korea Selatan menyebut, sekitar 80 peluru artileri kemudian ditembakkan pada Kamis pukul 23.28 (1428 GMT) ke "zona penyangga" maritim oleh Korea Utara.
Baca juga: Jika UMP Lebih Tinggi, Kabupaten Merangin Tidak Akan Gunakan UMK
Baca juga: Keterangan Berubah-ubah, Susi dan Kodir ART Ferdy Sambo Terancam Dipidana
Dilansir dari AFP, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan tembakkan rentetan artileri oleh Korea Utara itu jelas merupakan pelanggaran terhadap perjanjian 2018 yang menetapkan zona penyangga dalam upaya untuk mengurangi ketegangan antara kedua belah pihak.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menggambarkan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara adalah "ilegal dan tidak stabil".
Korea Selatan dan AS pun berjanji untuk mengejar langkah-langkah baru untuk menunjukkan "tekad dan kemampuan" mereka melawan ancaman Korea Utara yang semakin meningkat.
Korea Utara sendiri tercatat telah menembakkan sekitar 30 rudal sepanjang Rabu (2/11/2022) dan Kamis, termasuk satu yang mendarat di dekat perairan teritorial Korea Selatan untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Korea pada 1953.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengatakan tembakkan Korea Utara itu secara efektif merupakan invasi territorial.
Para ahli dan pejabat mengatakan Korea Utara meningkatkan uji cobanya sebagai protes atas latihan AS-Korea Selatan dan saat bersiap untuk melakukan uji coba nuklir terbaru, yang akan menjadi yang ketujuh.
Korea Utara menyebut latihan udara bersama Korea Selatan dan AS yang dijuluki Vigilant Storm merupakan latihan militer yang agresif dan provokatif yang menargetkan Korea Utara.
Korea Utara mengancam bahwa AS dan Korea Selatan akan membayar harga paling mengerikan dalam sejarah jika Latihan itu terus berlanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/04112022-rudal.jpg)