Editorial

Drama Penyesalan Ferdy Sambo

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sesekali melihat ke arah orang tua Brigadir Yosua. Entah apa yang mereka lakukan dalam diam.

Penulis: tribunjambi | Editor: Deddy Rachmawan
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ferdy Sambo menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). 

BABAK baru sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kali pertama aktor pembunuhan berencana, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, bertemu Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak, orang tua mendiang Yosua.

Kedua orangtua Brigadir Yosua itu memberikan kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). Samuel dan Rosti mencurahkan semua isi hati, dan apa yang diketahui terkait kematian anak kesayangannya.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sesekali melihat ke arah orang tua Brigadir Yosua. Entah apa yang mereka lakukan dalam diam. Kita tidak pernah tahu isi hati orang. Apa isi hati dan kepala Ferdy Sambo dan Putri saat Samuel serta Rosti memberikan kesaksian.

Apakah mereka masih punya iba dan nurani ketika melihat orang tua Brigadir Yosua yang tewas dibantainya itu menangis histeris karena kehilangan anaknya secara sadis. Kita tidak begitu yakin kalau Ferdy Sambo dan istrinya itu terbuka hatinya.

Rekayasa demi rekayasa yang mereka buat harus terus dia tutupi dengan kebohongan di persidangan. Semua itu tentu demi menguntungkan dirinya sendiri secara hukum.

Tentu semuanya itu akan dinilai hakim. Hakim memiliki pertimbangan sendiri demi terwujudnya keadilan.

Sidang ini adalah terkait kasus pembunuhan berencana.

Pelecehan seksual yang selama ini disebut sebagai motif pembunuhan, tidak ada faktanya. Sudah ada kepastian hukum, bahwa laporan pelecehan seksual sudah dihentikan. Artinya, pelecehan seksual itu cerita bohong.

Fakta empiris terkait pelecehan seksual itu memang selama ini tidak mencuat ke publik. Setidaknya, publik berpatokan pada SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan atas laporan pelecehan seksual tersebut.

Dugaan pelecehan sudah ditutup. Tidak ditemukan dugaan pelecehan seksual yang dimaksud.

Tetapi, dalam persidangan Selasa lalu, pecatan polisi berpangkat Irjen tersebut mengungkit kembali soal motif tadi kepada orang tua Brigadir Yosua. Meskipun pelecehan seksual itu bukan materi yang disidangkan, tetapi dia mencoba menyinggung skenario awal yang penuh rekayasa itu.

Baca juga: Susi ART Ferdy Sambo Diminta Hadir Tiap Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Ini Kata Kajari Jaksel

Sekeras apapun Sambo berpegang pada skenario pelecehan seksual, hakim tentu tidak akan terpengaruh. Hakim akan fokus pada kasus pembunuhan berencana.

Pelecehan seksual adalah kasus lain yang sampai hari ini tidak ada faktanya. Laporan mereka terkait hal itu juga sudah dihentikan polisi.

Drama penyesalan Sambo dan Putri di hadapan orang tua Brigadir Yosua tentu hal yang bisa dimaklumi. Karena mereka telah merampas nyawa Brigadir Yosua, anak kebanggaan Samuel dan Rosti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved