Begini Kabar Rhoma Irama setelah 52 Tahun Berkarya Bersama Soneta
52 tahun Rhoma Irama berkarya di belantika musik dangdut, hingga kini namanya tetap jadi idola.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Kondisi itu semakin diperparah ketika band sekelas Deep Purple menggelar konser di Indonesia.
Dilansir dari Tribun Medan, Rhoma Irama lalu membentuk Soneta grup sebagai upayanya menyelamatkan orkes melayu.
Revolusi pun terjadi ketika Rhoma menggabungkan orkes melayu dengan sedikit sentuhan rock dan menjadi dangdut.
2. Pengaruh besar Band Rock Deep Purple
Keputusan Rhoma Irama memasukkan unsur rock ke dalam musik Soneta tak lepas dari pengaruh Deep Purple.
Kehadiran unsur rock dalam musik baru yang diusung Soneta adalah bagian dari strategi Rhoma Irama agar bisa didengar oleh masyarakat.
"Memang itu sengaja, satu strategi."
Baca juga: Ingat Yati Octavia? Pemeran Ani saat Main Film Bareng Rhoma Irama, Kini Berbisnis Kuliner
Baca juga: Akan Promosi Film, Camelia Malik Ngaku Pernah Ditegur Rhoma Irama Soal Pakaian
"Dari beat, sense of rock, kita masukan ke dalam orkes melayu tapi sense of dangdutnya enggak hilang," kata pria kelahiran Tasikmalaya 11 Desember 1946 itu.
3. Dangdut dan dakwah
Perjuangan Rhoma Irama dalam membentuk musik dangdut tak berhenti sampai di situ saja.
Dikutip dari Kompas.com, pada tahun 1973 ia berusaha untuk memasukkan unsur dakwah ke dalam musik-musik Soneta.
Langkah pertama yang diambil adalah dengan mengucapkan salam di atas panggung dan berujung pelemparan sandal dari para penonton.
"Salam pertama saya ucapkan di Ancol tahun 1973."