Berita Jambi

Iriana Joko Widodo Ajak Ibu-ibu Sosialisasikan 'Sadari'

Iriana Joko Widodo dan Wury Ma'ruf Amin mengajak para kader dan ibu-ibu di Jambi untuk terus mensosialisasikan gerak pemeriksaan payudara sendiri atau

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/SAMSUL BAHRI
Iriana Joko Widodo Ajak Ibu-ibu Sosialisasikan 'Sadari' 

Laporan Wartawan Tribun Jambi
Samsul Bahri, TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-
Iriana Joko Widodo dan Wury Ma'ruf Amin mengajak para kader dan ibu-ibu di Jambi untuk terus mensosialisasikan gerak pemeriksaan payudara sendiri atau 'Sadari' agar bisa mendeteksi dini kanker payudara terhadap dirinya sendiri.

Hal itu disampaikan Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma'ruf Amin bersama anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) pada kegiatan kunjungan kerja di Jambi, Kamis (20/10). Pada kesempatan ini,

Ibu Iriana Joko Widodo mengajak ibu-ibu di Jambi untuk melakukan gerakan ayo sadari sehingga bisa mencegah sedini mungkin kasus kanker payudara pada wanita.

"Saya minta usai pertemuan kita disini agar ibu-ibu yang juga kader untuk dapat mensosialisasikan gerakkan ayo sadari ini dimulai dari orang sekitar, keluarga sendiri dan kemudian keluarga atau orang sekitar lingkungan baik rumah maupun kerja,"ujarnya.

Ibu negara menambahkan, kanker payudara ini bisa dicegah sedini mungkin dengan melakukan beberapa hal yang positif yakni dengan pola hidup sehat dan rajin melakukan pemeriksaan sendiri. Sadari ini kata Iriana Jokowi untuk bisa mendeteksi sendini mungkin dan mengurangi jumlah penderita yang sudah stadium tinggi.

Sementara itu istri Menteri Kesehatan yang hadir pada kesempatan ini, Ida Rachmawati Gunadi Sadikin disela-sela acara mengatakan kenapa hari ini dilakukan 'ayo gerakan Sadari', karena pada Oktober ini adalah bulan waspada kanker payudara, dimana sampai saat ini bahwa di Indonesia ini sebanyak 70 persen wanita yang datang ke rumah sakit dalam keadaan stadium tinggi terkena kanker payudara.

"Maka perlu gerakan ayo Sadari yang dilakukan karena bisa mendeteksi sedini mungkin terhadap kanker payudara dan bisa mengurangi angka kematian serta tidak mengeluarkan biaya terlalu besar dalam berobat," Katanya.

Berdasarkan data di 2020 bahwa untuk di Indonesia ada sebanyak 65 ribu kasus penderita kanker payudara dan 25 ribu orang diantaranya wafat karena datang untuk berobat ke rumah sakit sudah dalam status stadium yang tinggi.

Terhadap hal ini, kata Ida untuk bisa mencegah kanker payudara harus harus melakukan aksi ayo dasari karena dengan sadari ini wanita dapat mengetahui secara dini kondisinya dan bisa langsung memeriksakannya ke puskesmas setempat atau ke dokter.

"Arahan dari Ibu negara kegiatan ayo sadari yang digelar di Jambi ini akan digerakkan sampai ke daerah dan provinsi lainnya di Indonesia," Pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Sinopsis Love in Contract Episode 9, Ji Ho Mengakui Perasaanya pada Sang Eun

Baca juga: Kuat Maruf Akui Terima HP dari Ferdy Sambo, Uang Akan Diberikan saat Situasi Reda

Baca juga: Dinkes Muaro Jambi Tunggu Edaran Resmi Penyetopan Penggunaan Obat Sirup

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved