Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sidang Ferdy Sambo

Tudingan Pelecehan Seksual Brigadir J pada Putri Candrawathi Memperberat Hukuman Ferdy Sambo

Tudingan Putri Candrawathi terkait pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yosua Hutabarat memperberat hukuman Ferdy Sambo.

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
CAPTURE POLRI TV RADIO
Tudingan Putri Candrawathi terkait pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yosua Hutabarat memperberat hukuman Ferdy Sambo. 

Jaksa Penuntut Umum mengancam terdakwa Ferdy Sambo dengan ancaman pidana Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal 340 KUHP tertuang dalam Bab XIX tentang kejahatan terhadap nyawa atau pembunuhan berencana. Berikut bunyi dari isi Pasal 340 KUHP sebagai berikut:

“Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.”

Jaksa menganggap, Ferdy Sambo telah melakukan perbuatan bersama Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E), Putri Candrawati, Ricky Rizal (Bripka RR), dan Kuat Ma'ruf yang mengakibatkan Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas.

“Sebab matinya orang ini (Brigadir J atau Yosua) adalah akibat-akibat kekerasan senjata api di daerah dada yang telah menembus paru, kekerasan senjara api pada bagian kepada belakang secara tersendiri juga bersifat fatal dan dapat menyebabkan kematian,” baca Jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).

“Perbuatan terdakwa Ferdy Sambo tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHPidana juncto Pasal 55 ayat t ke-1 KUHPidana.”

Baca juga: JPU Beberkan Rencana Pembunuhan Brigadir Yosua oleh Ferdy Sambo Cs, Putri Candrawathi Ikut Terlibat

Baca juga: Bersama Kawal Sidang Ferdy Sambo

Tidak hanya dijerat dengan ancaman pidana Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Jaksa kepada Ferdy Sambo juga mengancam pidana Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-undang No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi ELektronik juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP

Jaksa menganggap, Ferdy Sambo bersama saksi Hendra Kurniawan, Arif ranchman Arifin, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Irfan Widyanto telah turut serta dalam perintangan penyidikan.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan tanpa hak tau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektroni milik orang lain atau milik publik,” kata Jaksa.

Selain itu, dalam dakwaan Jaksa, Ferdy Sambo juga diancam pidana dalam pasal 48 juncto 32 ayat (1) Undang-undang No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Jaksa menganggap Ferdy Sambo telah merekayasa dan mengarang cerita yang tidak sebenarnya untuk menutupi fakta kejadian meninggalnya Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinasnya.

Maka, Jaksa mengancamnya dengan Pasal 48 juncto 32 ayat (1), Jaksa juga mengancam perbuatan Ferdy Sambo dengan Pidana Pasal 233 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

 

Artikel ini diolah dari Wartakotalive

Baca juga: Bharada E Minta Bertemu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Pekan Depan, Ternyata Ini Tujuannya

Baca juga: Profil dan Biodata Berlian Simbolon Pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawati

Baca juga: Jadwal Babak Pertama Denmark Open 2022, Gregoria Mariska Andalan Indonesia di Tunggal Putri

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved