Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
KontraS Minta Jenazah Korban Kanjuruhan Diautopsi
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) berharap jenazah korban tragedi di Stadion Kanjuruhan segera diautopsi.
"Kami memiliki dokumen cukup lengkap terkait rencana pengamanan (laga Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan), kami punya dokumen yang sangat lengkap bagaimana penggunaan pasukan dan sebagainya," kata Choirul Anam, Selasa (11/10/2022).
Komnas HAM sudah mengecek semua dinamika yang ada di lapangan.
Hingga menegaskan gas air mata-lah yang menjadi penyebab utama banyak korban tewas di Tragedi Kanjuruhan.
"Kami pertegas ini bahwa tragedi kemanusiaan Kanjuruhan, di mana 130 sekian meninggal, penyebab utamanya adalah gas air."
"Gas air mata yang membuat banyak korban berjatuhan karena ditembakkan ke tribun penonton, ke kerumunan dan sebagainya dan membuat kepanikan, mata sakit, dada sakit hingga masuk ke pintu keluar," imbuhnya dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.
Meskipun pintu keluar tersebut terbuka, namun dipenuhi dengan desakan penonton yang meringsek akan keluar stadion.
Imbasnya adalah banyak korban berjatuhan.
Artikel ini diolah dari Tribunnews.com
Baca juga: Jokowi: Pengusutan Tragedi Kanjuruhan Jangan Melebar, Ogah Komentar Rencana Mundur Shin Tae-Yong
Baca juga: Indosiar dan PT LIB Saling Lempar Soal Jadwal Laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan
Baca juga: Komnas HAM Sudah Tahu Sosok yang Beri Perintah Penembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/AREMA-RUSUH-YAAA.jpg)