Senin, 18 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

KontraS Minta Jenazah Korban Kanjuruhan Diautopsi

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) berharap jenazah korban tragedi di Stadion Kanjuruhan segera diautopsi.

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
(Surya Malang/Purwanto)
Kericuhan suporter Areman FC buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Akibatnya 132 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) berharap jenazah korban tragedi di Stadion Kanjuruhan segera diautopsi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) berharap jenazah korban tragedi di Stadion Kanjuruhan segera diautopsi.

Permintaan autopsi jenazah korban tragedi Kanjuruhan ini disampaikan Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan.

Tujuan autopsi jenazah korban tragedi Kanjuruhan mengetahui penyebab kematian.

 Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) harus segera mengautopsi jenazah korban Tragedi Kanjuruhan.

"Seharusnya TGIPF bekerja sama dengan lembaga negara lain dan para pendamping korban untuk autopsi. Ini demi menghentikan segala retorika soal penyebab kematian," ujar Andy Irfan kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (13/10/2022).

Namun syarat autopsi adalah persetujuan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

Padahal dengan autopsi akan memudahkan mengetahui korban tragedi Kanjuruhan itu meninggal karena gas air mata atau karena desak-desakan, dan sebagainya.

"Dengan autopsi, mari buktikan berapa orang yang meninggal karena gas air mata dan orang yang meninggal karena himpit-himpitan, atau karena hal lain."

"Sebagai pembanding, peristiwa di Stadion Kanjuruhan pada April 2018, ada gas air mata tetapi yang meninggal hanya satu orang, itu pun karena alami sesak nafas," tandasnya.

Komnas HAM Salahkan Gas Air Mata

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan tewasnya 132 orang s dalam Tragedi Kanjuruhan adalah karena gas air mata.

132 orang tewas karena berdesakan akibat panik saat gas air mata ditembakan.

Menurut Komisioner Komnas HAM Choirul Anam  petugas menembakkan gas air mata di berbagai penjuru.

Kemudian ada desakan di pintu keluar, hingga banyak korban berjatuhan.

Komnas HAM memiliki dokumen cukup lengkap terkait rencana pengamanan saat laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

"Kami memiliki dokumen cukup lengkap terkait rencana pengamanan (laga Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan), kami punya dokumen yang sangat lengkap bagaimana penggunaan pasukan dan sebagainya," kata Choirul Anam, Selasa (11/10/2022).

Komnas HAM sudah mengecek semua dinamika yang ada di lapangan.

 
Hingga menegaskan gas air mata-lah yang menjadi penyebab utama banyak korban tewas di Tragedi Kanjuruhan.

"Kami pertegas ini bahwa tragedi kemanusiaan Kanjuruhan, di mana 130 sekian meninggal, penyebab utamanya adalah gas air."

"Gas air mata yang membuat banyak korban berjatuhan karena ditembakkan ke tribun penonton, ke kerumunan dan sebagainya dan membuat kepanikan, mata sakit, dada sakit hingga masuk ke pintu  keluar," imbuhnya dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Meskipun pintu keluar tersebut terbuka, namun dipenuhi dengan desakan penonton yang meringsek akan keluar stadion.

Imbasnya adalah banyak korban berjatuhan.

Artikel ini diolah dari Tribunnews.com

Baca juga: Jokowi: Pengusutan Tragedi Kanjuruhan Jangan Melebar, Ogah Komentar Rencana Mundur Shin Tae-Yong

Baca juga: Indosiar dan PT LIB Saling Lempar Soal Jadwal Laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan

Baca juga: Komnas HAM Sudah Tahu Sosok yang Beri Perintah Penembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved