Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

KontraS Minta Jenazah Korban Kanjuruhan Diautopsi

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) berharap jenazah korban tragedi di Stadion Kanjuruhan segera diautopsi.

Editor: Heri Prihartono
(Surya Malang/Purwanto)
Kericuhan suporter Areman FC buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Akibatnya 132 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) berharap jenazah korban tragedi di Stadion Kanjuruhan segera diautopsi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) berharap jenazah korban tragedi di Stadion Kanjuruhan segera diautopsi.

Permintaan autopsi jenazah korban tragedi Kanjuruhan ini disampaikan Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan.

Tujuan autopsi jenazah korban tragedi Kanjuruhan mengetahui penyebab kematian.

 Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) harus segera mengautopsi jenazah korban Tragedi Kanjuruhan.

"Seharusnya TGIPF bekerja sama dengan lembaga negara lain dan para pendamping korban untuk autopsi. Ini demi menghentikan segala retorika soal penyebab kematian," ujar Andy Irfan kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (13/10/2022).

Namun syarat autopsi adalah persetujuan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

Padahal dengan autopsi akan memudahkan mengetahui korban tragedi Kanjuruhan itu meninggal karena gas air mata atau karena desak-desakan, dan sebagainya.

"Dengan autopsi, mari buktikan berapa orang yang meninggal karena gas air mata dan orang yang meninggal karena himpit-himpitan, atau karena hal lain."

"Sebagai pembanding, peristiwa di Stadion Kanjuruhan pada April 2018, ada gas air mata tetapi yang meninggal hanya satu orang, itu pun karena alami sesak nafas," tandasnya.

Komnas HAM Salahkan Gas Air Mata

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan tewasnya 132 orang s dalam Tragedi Kanjuruhan adalah karena gas air mata.

132 orang tewas karena berdesakan akibat panik saat gas air mata ditembakan.

Menurut Komisioner Komnas HAM Choirul Anam  petugas menembakkan gas air mata di berbagai penjuru.

Kemudian ada desakan di pintu keluar, hingga banyak korban berjatuhan.

Komnas HAM memiliki dokumen cukup lengkap terkait rencana pengamanan saat laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved