Berita Tanjab Timur

Kapal Trawl Ancam Perairan Tanjabtim dan Nelayan Tradisional

Dalam kurun waktu beberapa tahun belakang, alat penangkapan ikan jenis trawl telah berkembang pesat dalam bentuk serta nama di Kabupaten Tanjabtim

Penulis: Rifani Halim | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Rifani Halim
Sejumlah nelayan tradisional menangkap ikan di wilayah kelautan Kabupaten Tanjung Tanjung Jabung Timur (Ambang Luar) 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Dalam kurun waktu beberapa tahun belakang, alat penangkapan ikan jenis trawl telah berkembang pesat dalam bentuk serta nama di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Semua trawl jenis mengacu pada sifat penangkapannya yang tidak ramah lingkungan.

Penggunaan trawl bersifat merusak dasar perairan, merusak habitat, serta penggunaan mata jaring yang kecil juga menyebabkan tertangkapnya berbagai jenis biota yang masih anakan atau belum matang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Hendri berkata, penggunaan trawl dikhawatirkan menambah benturan masalah nelayan tradisional dan nelayan besar serta menambah eksploitasi sumber daya ikan.

"Blakangan ini juga banyak ikan-ikan asli Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang sulit dijumpai karena maraknya trawl," kata Hendri, saat diwawancarai Tribun Jambi, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: Harga Sembako di Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian Masih Stabil

Baca juga: Harga Sembako di Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian Masih Stabil

Selain itu, upaya yang harus dilakukan untuk menanggulangi penangkapan ikan yang menggunakan alat tangkap trawl ini adalah, dengan peningkatan kesadaran dan pengetahuan nelayan mengenai sumberdaya agar tidak terancam punah dan habis.

"Peningkatan kesadaran ini dapat diadakan dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat nelayan dan masyarakat lainnya tentang pentingnya menjaga ekosistem laut, agar tidak rusak dan agar dapat dimanfaatkan untuk generasi kedepannya," terangnya.

Hendri berharap, Pemerintah Provinsi Jambi perlu mengatur cantrang dan trawl berupa jalur operasinya hingga penetapan lokasi penangkapan agar nelayan dan industri perikanan hidup kembali.

Disisi lain, Kabupaten Tanjung Jabung timur menjadi salah satu surga makanan seafood. Kendati demikian, keberlangsungan sumber daya ikan terancam degradasi akibat maraknya penggunaan kapal trawl. (Tribunjambi.com/Rifani Halim )


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Harga Sembako di Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian Masih Stabil

Baca juga: Bus Trans Siginjai Jambi Tidak Akan Menaikkan Tarif Hingga Akhir Tahun ini

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian, Cabai Merah dan Rawit Alami Kenaikan

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved