Berita Jambi

Cabut Kuasa, Penggugat akan Hadapi Langsung PT HAL Terkait Dugaan PHK Sepihak

Sidang perkara dugaan PHK sepihak PT HAL berlanjut di Peradilan Hubungan Industrial (PHI) Jambi dengan agenda penyampaian replik dari penggugat

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Darwin Sijabat
Riski Lionanto 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dugaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh PT Hutan Alam Lestari di Batanghari, Jambi akan dihadapi langsung oleh Taufik Munarok, selaku penggugat.

Sidang perkara dugaan PHK sepihak PT HAL berlanjut di Peradilan Hubungan Industrial (PHI) Jambi dengan agenda penyampaian replik dari penggugat, Selasa (4/10/2022).

Namun kuasa Hukum, Riski Lionanto menyampaikan bahwa secara tidak terduga penggugat nomor 17 melakukan pencabutan kuasa yang diberikan diberikan sebelumnya.

Meski dicabut, Riski menghormati keputusan penggugat tersebut dan akan melakukan pendampingan jika penggugat membutuhkan bantuan untuk konsultasi.

"Kami menghormati apa keinginan penggugat, kalau memang mau seperti itu ya silahkan. Kami juga sudah sampaikan apabila penggugat ini membutuhkan bantuan sepeti konsultasi dan lainnya, kami selalu terbuka," katanya.

Baca juga: Berkas Tersangka Kebakaran Gudang Minyak Ilegal Dikembalikan, Penyidik Kejari Jambi Minta Lengkapi

Baca juga: Masa Berlaku Paspor Berlaku 10 Tahun, Segini Biaya Pembuatannya

Dijelaskannya bahwa penggugat saat ini maju sendiri untuk menjalani sidang gugatan yang dilayangkan ke PT HAL tanpa melalui kuasa hukum.

Dia menyebutkan bahwa penggugat juga telah menyampaikan replik atas jawaban yang diberikan tergugat pada sidang sebelumnya.

Pencabutan itu dibenarkan Taufiq Mubarok selaku penggugat pada perkara nomor 17/Pdt.Sus-PHI/2022/PN Jmb yang terdaftar di PHI Jambi.

"Saya penggugat perkara nomor 17 mencabut kuasa atas nama Riski untuk menjalani sidang selanjutnya," katanya.

Sementara untuk poin Replik yang disampaikan pada sidang tersebut terkait pemenuhan atas haknya sebagai karyawan PT HAL.

"Replik yang saya sampaikan agar perusahaan membayarkan hak saya, ada gaji, Tunjangan Hari Raya (THR), pesangon dan lainnya," kata Taufiq.

Atas gugatannya itu, Taufiq berharap kepada majelis hakim agar dapat memutus perkara tersebut seadil adilnya. Sehingga perusahaan membayarkan hak yang seharusnya diperoleh penggugat.

Baca juga: Ranperda Penyelenggaraan Batu Bara Bakal Ditarik Pemerintah, Abdul Khafid Ingatkan Pemprov Jambi

Menanggapi Replik tersebut, Ricky, Kuasa Hukum Tergugat menyampaikan telah menerima berkas replik dari penggugat.

Namun untuk Duplik, dia menyampaikan untuk mempelajarinya terlebih dahulu.

"Agenda minggu depan duplik, untuk yang Replik ini kami pelajari dulu untuk kelanjutannya. Perkara nomor 18 ditunda, penggugat mengajukan replik lagi," katanya. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Berkas Tersangka Kebakaran Gudang Minyak Ilegal Dikembalikan, Penyidik Kejari Jambi Minta Lengkapi

Baca juga: Masa Berlaku Paspor Berlaku 10 Tahun, Segini Biaya Pembuatannya

Baca juga: Ranperda Penyelenggaraan Batu Bara Bakal Ditarik Pemerintah, Abdul Khafid Ingatkan Pemprov Jambi

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved