Berita Sarolangun

Petani Cabai Sarolangun Keluhkan Kuota Pupuk Subsidi Berkurang

Para petani cabai di Kabupaten Sarolangun harus mengeluarkan biaya lebih untuk dapat menghasilkan panen cabai yang maksimal, diantaranya harus membeli

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Abdullah Usman
Harga pupuk melambung tinggi, petani cabai di Sarolangun keluhkan kuota pupuk subsidi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Saat harga pupuk melambung tinggi, para petani cabai di Sarolangun sayangkan pupuk subsidi pemerintah justru tidak tepat sasaran.

Para petani cabai di Kabupaten Sarolangun harus mengeluarkan biaya lebih untuk dapat menghasilkan panen cabai yang maksimal, diantaranya harus membeli pupuk dengan biaya tinggi.

Sementara itu pupuk subsidi dari pemerintah dinilai petani kurang tepat sasaran, dari seharusnya per petani bisa mendapatkan kuota delapan karung per sekali pendistribusian kini hanya mendapat tiga karung saja.

"Soal pupuk subsidi juga menjadi permasalahan, biasanya kita per petani itu mendapat kuota 8 karung paling sedikit, sekarang paling kencang itu hanya delapan karung saja, " ujar satu dari petani cabai di Sarolangun.

"Sementara sisa kuota yang seharusnya ke kami itu lari kemana, " sambungnya dengan raut penuh tanda tanya.

Baca juga: Polisi Dua Kali Olah TKP Kasus KDRT di Rumah Lesti Kejora dan Rizky Billar, Temukan Bukti

Baca juga: Dinas Peternakan Sarolangun Mencatat 90 Persen Ternak Positif PMK Sudah Sembuh

Lanjutnya, untuk pupuk Subsidi sendiri perkarung nya kita beli dari pemerintah Rp.150 ribu. Dalam peraturannya setiap kali ada jatah pupuk keluar per petani sudah ada jumlah maksimal penerimanya.

"Kalau tidak salah itu kisaran 8-12 karung, setiap keluar. Sekarang hanya 3 bahkan 4 paling banyak, " jelasnya.

Dengan demikian para petani menilai pupuk non subsidi saat ini tidak lagi tepat sasaran. Terkait hal ini para petani jika ada kesempatan ingin melaporkan hal tersebut ke dinas terkait.

"Apakah memang ada pengurangan jatah bagi petani atau ada hal lain kita tidak tahu, " pungkasnya. (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kesenian Kulintang Perunggu dan Mandi Safar Air Hitam Laut Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda

Baca juga: Dinas Peternakan Sarolangun Mencatat 90 Persen Ternak Positif PMK Sudah Sembuh

Baca juga: Polisi Dua Kali Olah TKP Kasus KDRT di Rumah Lesti Kejora dan Rizky Billar, Temukan Bukti

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved