Berita Tanjab Timur

Kesenian Kulintang Perunggu dan Mandi Safar Air Hitam Laut Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda

Kesenian Kulintang Perunggu dan tradisi Mandi Safar Air Hitam Laut asal Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi masuk dalam daftar Warisan Buda

Penulis: Rifani Halim | Editor: Suci Rahayu PK
tribunjambi/Abdullah Usman
Tradisi Mandi Safar di Desa Air Hitam Laut, Tanjab Timur 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kesenian Kulintang Perunggu dan tradisi Mandi Safar Air Hitam Laut asal Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Penetapan Dua Karya Budaya tersebut setelah melalui sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun 2022 yang diinisiasi oleh Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud Ristek RI yang digelar di Jogjakarta, beberapa hari lalu.

"Alhamdulillah, kami dapat info dari Sekretaris Dinas Budpar Provinsi Jambi, Dua Karya Budaya Tanjabtim lolos dan akan didaftarkan sebagai WBTB Indonesia," kata
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanjabtim, Zekki Zulkanaen, Senin (3/9/2022).

Sidang WBTB di Yogyakarta, dua karya kebudayaan asal Tanjabtim yakni Kesenian Kulintang Perunggu dan tradisi Mandi Safar Air Hitam Laut masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Sidang WBTB di Yogyakarta, dua karya kebudayaan asal Tanjabtim yakni Kesenian Kulintang Perunggu dan tradisi Mandi Safar Air Hitam Laut masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. (ist)

Lanjutnya, ada lima karya budaya asal Provinsi Jambi yang diajukan pada saat sidang penetapan, yakni dua diantaranya berasal dari Kabupaten Tanjabtim dan selebihnya dari Kabupaten Tebo, Bungo dan Merangin.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada Dinas Budpar Provinsi Jambi, khususnya kepada Ibu Sri Purnama Syam yang telah menyusun makalah dan mewakili Kabupaten pada sidang penetapan hingga hasilnya memuaskan," ujarnya.

Zekki menerangkan, Kulintang Perunggu dan Mandi Safar Air Hitam Laut sebagai Karya Budaya pada sidang penetapan WBTB Indonesia, karena Dua Karya Budaya ini merupakan budaya tradisi yang masih hidup ditengah masyarakat dan telah berakar secara turun temurun.

"Seperti Mandi Safar Air Hitam Laut dilaksanakan setiap tahun, tepatnya diakhir bulan Safar yang dipusatkan di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu. Sedangkan Kulintang Perunggu masih digunakan disaat acara pernikahan dan acara-acara besar pemerintah," terangnya. (Tribunjambi.com/Rifani Halim)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Dinas Peternakan Sarolangun Mencatat 90 Persen Ternak Positif PMK Sudah Sembuh

Baca juga: Harga Minyak Goreng hingga Telur di Tanjabtim Masih Dalam Stabil

Baca juga: Fraksi PKS Dorong Pemprov Jambi Cek Izin Stockpile Batu Bara di Jambi

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved