Berita Sungai Penuh
Imbas Laga Ricuh, Lapangan KONI Sungai Penuh Disegel Polisi
Pertandingan sepak bola antar instansi dilingkup Kota Sungai Penuh dihentikan sementara. Bahkan Stadion KONI Sungai Penuh, lapangan tempat lokasi pert
Penulis: Herupitra | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM,SUNGAIPENUH - Pertandingan sepak bola antar instansi dilingkup Kota Sungai Penuh dihentikan sementara. Bahkan Stadion KONI Sungai Penuh, lapangan tempat lokasi pertandingan disegel polisi.
Hal ini buntut dari kericuhan saat pertandingan antara kesebelasan Dinas Pendidikan versus Ajudan Walikota dan Wakil Walikota Ahmadi Zubir - Alvia Santoni.
Kericuhan berawal saat pemain kesebelasan Dinas Pendidikan menyenggol Wakil Walikota Sungai Penuh Alvia Santoni yang tergabung dalam PS ADC Wawako. Wawako dikasari pemain dinas pendidikan, hingga akhirnya Wawako memilih keluar dari lapangan dan sampai diluar melepaskan ban kapten. Tak lama berselang manager dan tim ADC masuk ke dalam lapangan.
"Wawako yang ikut main bola kaki memperkuat Ps ADC Wako dan Wawako tersenggol oleh salah satu pemain dinas pendidikan yang mengejar bola. Dimana posisi bola saat itu diposisi wawako sehingga membuat wawako marah dan pergi ke luar lapangan," ungkap salah seorang penonton.
Kejadian ini membuat ADC yang berada dipinggir lapangan mengejar pemain Dinas Pendidikan.
"Ajudan yang berada diluar lapangan masuk kelapangan mengejar pemain dinas pendidikan sehingga terjadi keributan dan permainan terpaksa dihentikan oleh Polsek Sitinjau Laut," tandasnya
Baca juga: Pj Bupati Tebo Ingatkan Perusahaan yang Ada di Kabupaten Tebo
Baca juga: Tarif Angkutan Penumpang Kapal Roro Kuala Tungkal Naik, Berikut Rincian Harganya
Kadispora Sungai Penuh Don Fitri Jaya dikonfirmasi, Senin (3/10/2022) mengakui untuk turnamen tersebut tidak ada izin dari kepolisian. Karena menurutnya turnamen tersebut bersifat hiburan.
Kadispora mengatakan apa yang terjadi saat pertandingan tersebut merupakan kesalahpahaman antar pemain. Hingga membuat manager masuk lapangan, dan sempat terjadi kericuhan kecil.
"Ya itu ada kesalahpahaman antar pemain saja, antara PS dinas pendidikan melawan PS ADC. Hingga manager masuk lapangan setelah Wawako Antos keluar," jelas Don Fitri Jaya.
Terpisah Kapolres Kerinci melalui Kapolsek Setinjau Laut, AKP Maizardi dikonfirmasi mengatakan penyegelan dilakukan karena dalam turnamen ini tak ada izin dari pihak kepolisian. Sehingga untuk menjamin keamanan dan supaya tak terjadi hal yang tidak diinginkan maka dilakukan penyegelan.
"Ya sudah kita segel hari ini, sampai pengurusan izin selesai. Dan tadi sudah ada laporan dari dinas pemuda dan olahraga selaku panitia penyelenggara turnamen walikota cup 2022," Jelasnya. (Tribunjambi.com/Herupitra)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Pj Bupati Tebo Ingatkan Perusahaan yang Ada di Kabupaten Tebo
Baca juga: Provinsi Jambi Jadi Penyusun Ranperda Pondok Pesantren di Sumatera
Baca juga: Kisah Keluarga Pedagang di Jambi, Didik Anak Tabung Uang Koin Kini Bisa Beli Mobil Cash
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/03102022-Stadion-KONI-Sungai-Penuh.jpg)