Berita Tebo

Warga Pertanyakan Ganti Rugi Soal Pembangunan Jembatan di VII Koto Ilir Tebo

Warga juga mempertanyakan soal lahan yang nantinya akan dijadikan titik pembangunan jembatan. Selian itu pelebaran jalan yang juga direncanakan

Penulis: Sopianto | Editor: Rahimin
Tribunjambi.com/Sopianto
Warga saat mempertanyakan ganti sugi pembangunan jembatan di VII Koto Ilir  

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA TEBO - Warga Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo mempertanyakan ganti rugi soal pembangunan jembatan penghubung di atas Sungai Batanghari di Kecamatan VII Koto Ilir, tepatnya di Dusun Sago Desa Peseban, ke Desa Pasir Mayang. 

Jembatan yang menghubungkan Jambi dan Riau ini direncanakan menghabiskan anggaran Rp 90 Miliar. 

Warga juga mempertanyakan soal lahan yang nantinya akan dijadikan titik pembangunan jembatan. Selian itu pelebaran jalan yang juga direncanakan oleh pemerintah pusat. 

"Bagaimana pak soal lahan yang digunakan untuk pembangunan," kata satu warga yang ikut menghadiri silaturahmi Pj Bupati Tebo Aspan dengan masyakat Desa Paseban Sabtu (1/10/2022). 

Sementara, Kepala Desa Peseban Edi Saputra menyampaikan pembangunan jembatan merupakan kabar gembira dan disambut baik masyarakat Kecamatan VII Koto Ilir.

Menyambut pembangunan jembatan penghubung ini pihak desa dan tokoh masyarakat membetuk panitia untuk pembebasan lahan dan hibah. 

"Selain untuk titik jembatan akses jalan juga dilakukan sosialisasi," katanya.

Pj Bupati Tebo H Aspan mengatakan, dari pengajuan yang disampaikan pemerintah daerah, perencanaan pembangunan jembatan sudah disampaikan dari 2021.

"Ini kita tunggu, kemarin bersama OPD, untuk menanyakan apa yang menjadi kendala," katanya.

Dijelaskan Aspan, dari hasil komunikasi dengan Balai Jembatan Kementerian PUPR RI, persetujuan pembangunan sudah dikeluarkan lisensinya. 

Aspan bilang, balai jembatan menetapkan akan dibangun 2023-2024 dengan anggaran sekitar Rp 90 Miliar.

Soal penamaan yang sebelumnya jembatan VII Koto Ilir, dari desain yang diajukan ke Kementerian PUPR RI nama jembatan ditetapkan menjadi Jembatan Batanghari Paseban.

Untuk itu, Aspan berharap Desa Paseban jangan main-main lagi dengan lahan. Jangan sampai ada persoalan lagi, jangan sampai ketika proyek berjalan persoalan yang timbul.

"Tidak ada ganti rugi lahan, tidak ada. Kami sudah menandatangani penyataan tidak ada ganti-rugi tanah dan tanaman," katanya. 

Jika nantinya permasalahan lahan timbul, dan ada yang mempermasalahkan lahan, akan dilakukan revisi ulang soal lokasi.

Aspan menambahkan, untuk membawa anggaran pusat Pemda harus berjibaku bersaing dengan daerah lain. 

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Aspan Didoakan Masyakat Desa Napal Putih Jadi Bupati Tebo Sebenarnya

Baca juga: Bertemu Pj Bupati Tebo Aspan, Warga Rimbo Ilir Tebo Minta Alat Pertanian

Baca juga: Pj Bupati Tebo Aspan Ingatkan Kontraktor Pembangunan SMPN 45 di Desa Kandang Untuk Bekerja Baik

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved