Berita Batanghari
25 Ekor Kerbau di Batanghari Terjangkit PMK, Disbunak Imbau Hewan Ternak Dikandangkan
Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku di daerah itu belum bisa dikendalikan secara menyeluruh.
Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Batanghari belum berakhir.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Batanghari drh Tuanku Hafiq mengatakan, walau sempat terjadi penurunan jumlah kasus di wilayahnya, namun kini kasus Penyakit Mulut dan Kuku mulai terlihat meningkat.
Hal itu dikatakan, bahwa vaksin Penyakit Mulut dan Kuku di daerah itu belum bisa dikendalikan secara menyeluruh.
Ada penambahan 25 hewan yang terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku.
Dari penambahan itu hewan ternak terkonfirmasi menjadi 661 hewan, artinya kasus mengalami kenaikan, dari total sebelumnya 636 hewan ternak.
Adapun yang masih dalam penanganan berjumlah 79 ekor hewan dan yang sembuh 529 ekor.
“Baru-baru ini saya dapat laporan penambahan itu terdapat di Desa Pulau Muara Tembesi, jenis hewannya kerbau,” katanya, Minggu (25/9/2022).
Ia mengatakan, penambahan kasus ini juga disebabkan faktor cuaca yang tak menentu. Kemudian didukung dari ternak yang belum menerima vaksin PMK.
“Bisa jadi bertambah karena lalu lintas ternak yang ada di desa itu dilepas liarkan. Untuk hewan-hewan yang dilepaskan liarkan, saya imbau ke petani kalau bisa dikandangkan, jadi lebih mudah untuk dimonitoring,” pungkasnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Pemkab Batanghari Terima 4.200 Dosis Vaksin Booster PMK, Diutamkan Untuk Ternak Yang Sudah Vaksin
Baca juga: Kasus PMK di Batanghari Berkurang, Hewan Ternak yang Sembuh Meningkat
Baca juga: Batanghari Butuh Vaksin PMK 13.335 Dosis, Tahap Pertama Baru Terima 4.200 Dosis