Berita Batanghari

Kasus Oknum Anggota DPRD Batanghari Pukul Istri Berakhir Damai, Kapolres: IS Akui Khilaf

Istri dari wakil rakyat dari Dapil Muara Tembesi-Batin XXIV itu membuat laporan kepada polisi pada Kamis (15/9/2022) atas tuduhan KDRT.

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
tribunjambi/musawira
Suasana di Mapolres Batanghari saat IS (39) Anggota DPRD Batanghari dengan korban atau pelapor inisial SE (34) yang merupakan suami istri saling memaafkan. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Polres Batanghari mengambil langkah restorasi justice (RJ) terhadap dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kasus KDRT dengan terlapor inisial IS (39)  yang merupakan oknum anggota DPRD Batanghari dengan korban atau pelapor inisial SE (34) yang merupakan suami istri.

Istri dari wakil rakyat dari Dapil Muara Tembesi-Batin XXIV itu membuat laporan kepada polisi pada Kamis (15/9/2022) atas tuduhan KDRT.

Kapolres Batanghari AKBP M Hasan mengatakan, pihaknya telah memanggil kedua bela pihak ke Mapolres Batanghari.

Hasilnya pasangan suami istri itu sudah saling memaafkan dan sepakat berdamai.

“Iya betul, sudah berdamai, 1 jam kita menjalankan restoratif justice,” katanya dikonfirmasi Tribunjambi.com pada Kamis (22/9/2022).

Sebelum dilakukan RJ, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor IS.

AKBP M Hasan bilang IS mengakui perbuatannya dan dia saat itu akui khilaf.

“Iya betul, dia mengakui dan keduanya sudah saling memaafkan,” ujarnya.

Diinformasikan sebelumnya, kasus dugaan KDRT yang dilakukan IS (39), seorang Anggota DPRD Batanghari, terhadap istrinya SE (34) berakhir damai pada, Selasa (20/9/2022).

“Istrinya sendiri yang mencabut laporanya kemarin, istirnya sudah memaafkan atas kejadian kemarin, namun belum saya kabulkan karena saya harus menunggu dari terlapor,” katanya.

Hingga saat ini terlapor adalah IS kata Kapolres sedang berada di Kota Palembang.

Rencananya pada Kamis akan dimediasikan mengingat kasus ini bukan delik pengaduan tapi perkara KDRT ini masih bisa dilakukan mediasi atau RJ.

“Mereka masih suami istri yang ada anak, saya akan undang kedua-duanya jika ada kesepakatan berdamai itu lebih baik. Tapi apabila tidak ketemu perdamaian maka proses hukum akan berlanjut,” pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Istri Cabut Laporan Kasus Dugaan KDRT Oknum Dewan di Batanghari, Polisi: Belum Dikabulkan

Baca juga: Badan Kehormatan DPRD Batanghari Panggil Oknum Dewan yang Diduga Lakukan KDRT

Baca juga: Anggota DPRD Batanghari Diduga KDRT, Istri Dicekik dan Dipukul Gegara Tahu Chat dengan Wanita Lain

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved