Potensi Ketenagakerjaan di Kabupaten Tebo
Jumlah penduduk yang terus meningkat tanpa di ikuti pertambahan lapangan pekerjaan selalu menjadi pemicu menjamurnya tingkat pengangguran.
Hal ini dapat menimbulkan dampak buruk seperti timbul nya kemiskinan, pengangguran dapat menghilangkan keterampilan, makin beragamnya tindak pidana kriminal, meningkatnya jumlah anak jalanan, pengangguran dapat menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik, terganggunya kondisi psikis seseorang, terjadinya penurunan pendapatan perkapita / penerimaan negara dan meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah karena masyarakat harus menanggung sejumlah biaya sosial karena ada kaitan erat antara peningkatan pengangguran dan kesejahteraan dan dapat meningkatnya tindakan kejahatan.
Masalah ketenagakerjaan dan pengangguran di Kabupaten Tebo berdasarkan data yang dikumpulkan oleh BPS.
2021 penduduk usia kerja di Kabupaten Tebo didominasi oleh penduduk angkatan kerja sebesar 186.808 sedangkan 77.612 bukan angkatan kerja.
Tingginya jumlah penduduk angkatan kerja di suatu wilayah mengindikasikan besarnya pasokan tenaga kerja yang tersedia untuk memproduksi barang dan jasa dalam perekonomian suatu wilayah.
Sementara itu dilihat dari perkembangan selama tiga tahun terakhir jumlah angkatan kerja di Kabupaten Tebo selalu menunjukkan angka lebih tinggi di bandingkan jumlah bukan angktan kerja tahun 2019 sebesar 180.663 hingga 2021 sebesar 186.808, sedangkan penduduk bukan angkatan kerja sebesar 76.785 di tahun 2019 meningkat menjadi 77.612 di 2021.
Berdasarkan jenis kelamin pada 2021 angkatan kerja berjenis kelamin laki laki sebesar 63,90 persen dan perempuan 36,10 persen, hal ini menunjukkan bahwa laki laki lebih banyak terlibat dalam produktivitas ekonomi dibandingkan perempuan.
Tingkat partisipasi angkatan kerja penduduk kabupaten Tebo usia 15 tahun ke atas dan kegiatan selama seminggu yang lalu yang bekerja 3 tahun terakhir mengalami peningkatan dari tahun ke tahun pada tahun 2019 sebesar 70,17 persen, 2020 71,13 persen dan 2021 sebesar 70,65 persen.
Sedangkan Istilah pengangguran terbuka merupakan mereka yang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa putus asa dan mereka yang sudah mempunnyai pekerjaan tetapi belum memulainya, tercatat sebanyak 2,83 persen dari keseluruhan angkatan kerja.
Pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan diketahui bahwa pengangguran terbuka tertinggi merupakan Tamatan SD Kebawah sebesar 39,10 persen.
Penduduk bukan angkatan kerja didominasi oleh penduduk perempuan sebesar 78,22 persen dan laki laki 21,78 persen.
Berdasarkan lapangan usaha penduduk Kabupaten Tebo sebagian besar bekerja di sektor pertanian sebesar 57,54 persen, Jasa-jasa 29,20 pesen dan Manufaktur 13,26 persen.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengindikasikan besar nya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara eknomi di suatu negara/ wilayah. Semakin tinggi TPAK menunjukkan bahwa semakin tinggi pula pasokan tenaga kerja (labour supply) yang bersedia untuk memproduksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian. (Data Jambi/)
Informasi Indikator Statistik dan Data Jambi terkini dapat diakses melalui jambi.bps.go.id dan Sosial Media BPS Provinsi Jambi (IG, FB, dan Youtube BPS Provinsi Jambi).
Ayo persiapkan diri menyambut pelaksanaan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 dan Sensus Pertanian 2023
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Seberapa Penting sih Data Untuk Saat Ini?
Baca juga: Pesona Sektor Pertanian di Provinsi Jambi
Baca juga: Wabup Batanghari Bakhtiar Tandatangani Komitmen Dukungan Bersama BPS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/BPS-POTENSI-DATA.jpg)