Senin, 4 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pesona Sektor Pertanian di Provinsi Jambi

Sebagai negara kepulauan dan memiliki wilayah yang luas, Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa tidak ada habisnya.

Tayang:
Editor: Rahimin
istimewa
Sektor pertanian masih menjadi sektor yang diperhitungkan perannya dalam perekonomian Provinsi Jambi. 

Pesona Sektor Pertanian di Provinsi Jambi

Oleh: Eko Suprapto

BPS Provinsi Jambi

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

TRIBUNJAMBI.COM - Sepenggal bait lagu kolam susu yang dibawakan grup musik legendaris  koes plus menggambarkan betapa kaya dan suburnya bumi nusantara.

Sebagai negara kepulauan dan memiliki wilayah yang luas, Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa tidak ada habisnya.

Dari pesona keindahan alamnya untuk destinasi wisata hingga kekayaan alam lainnya yang bisa diproduksi,  salah satunya dari sektor pertanian yang bisa menjadi sumber energi tersendiri.

Kondisi geografis Indonesia sangat mendukung untuk pertanian, sehingga sangatlah wajar jika sektor pertanian mempunyai peran dalam perekonomian.

Demikian juga dengan Provinsi Jambi yang mempunyai luas wilayah  53.435 km2 dengan luas daratan 50.160,05 km2 dan tersebar di 9 kabupaten dan 2 kota.

Sektor pertanian masih menjadi sektor yang diperhitungkan perannya dalam perekonomian Provinsi Jambi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, struktur dan pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha untuk sektor pertanian sebesar 30,53 persen selanjutnya pertambangan dan perdagangan masing-masing 19,39 persen dan perdagangan 11,83 persen.

Berdasarkan serapan tenaga kerjanya sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jambi.

Pada Februari 2022 sebanyak 42,87 persen dari jumlah penduduk usia kerja yang bekerja, ada di sektor pertanian.

Diikuti sektor perdagangan sebesar 17,13 persen dan industri pengolahan 6,81 persen.

Subsektor pertanian yang menjadi andalan Jambi adalah perkebunan, terbukti Jambi tahun 2021 menempati urutan terbesar keempat di pulau Sumatera dengan produksi kelapa sawit yaitu 2,6 juta ton.

Komoditas lain yaitu karet dengan produksi 310 ribu ton, kelapa 116 ribu ton, dan kopi 20 ribu ton.

Melihat kondisi tersebut sangat memungkinkan sektor pertanian masih menjadi perhatian semua pihak.

Berbagai isu yang muncul dan menjadi perhatian masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah adalah sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) 2018 mencatat 44,27 persen  petani Jambi merupakan petani usia produktif di bawah usia 45 tahun.

Artinya petani Jambi didominasi oleh orang tua dan masih sedikit anak muda yang mau terjun dan bekerja di dunia pertanian.

Keberlanjutan dari masa depan pertanian  sangat tergantung pada minat generasi mudanya, jika minat dan ketertarikan untuk bekerja di dunia pertanian  menurun sangat berisiko terhadap pemenuhan pangan penduduk dengan seiring bertambah pula jumlah penduduk.

Isu lain adalah konversi lahan untuk penggunaan tempat tinggal, tempat usaha dan untuk fasilitas gedung lainnya.

Penguasaan lahan sawah oleh petani juga sangat kecil berkisar 0,25 sampai dengan 0,5 ha.

Strategi untuk mengatasi masalah  terhadap dampak negatif yang muncul diperlukan data pertanian yang akurat, regulasi yang berpihak ke petani dan program pertanian yang tepat sasaran. 

Kualitas data akan mengantarkan pada tujuan akhir sebuah program tepat sasaran, tepat tempat dan tepat waktu guna meningkatkan daya saing dunia pertanian dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sehingga anak muda mau bekerja di dunia pertanian.

Tahun 2023 akan ada kegiatan yang sangat penting untuk penyediaan data pertanian yang akurat, yaitu Sensus Pertanian 2023 (ST2023) yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

ST2023 mencakup 7 subsektor yaitu Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Kehutanan dan Jasa Pertanian yang berstandar internasional mengacu pada program Food and Agricultural Organization (FAO) yang dikenal dengan nama World Programme for The Census of Agriculture (WCA).

Tujuan ST2023, untuk menyediakan data struktur pertanian terutama untuk unit administrasi terkecil sebagai data dan informasi Pemerintah untuk membuat perencanaan, evaluasi pembangunan bidang pertanian dan menjaga pertanian berkelanjutan, semoga di masa yang akan datang sektor pertanian masih tetap bisa menunjukkan pesonanya. (Data Jambi/)

Informasi Indikator Statistik dan Data Jambi terkini dapat diakses melalui jambi.bps.go.id dan Sosial Media BPS Provinsi Jambi (IG, FB, dan Youtube BPS Provinsi Jambi).

Ayo persiapkan diri menyambut pelaksanaan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 dan Sensus Pertanian 2023

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Wabup Batanghari Bakhtiar Tandatangani Komitmen Dukungan Bersama BPS

Baca juga: Menuju Satu, BPS dan Pemerintah Muaro Jambi Lakukan Regsosek

Baca juga: BPS Muaro Jambi Bersama Pemerintah Lakukan Sosialisasi Regsosek

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved