Berita Tebo

RY Santri di Tebo Jambi yang Ngaku Diculik, Ayah RY: Anak Saya Bukan Diculik

Kaspul Anwar (48) ayah RY mengatakan anaknya tidak diculik melainkan kabur dari Ponpes. "Saya selaku orang tua dari ayah RY mohon maaf kepada semua

Penulis: Sopianto | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Sopianto
Ayah RY beri penjelasan kepada pihak kepolisian, anaknya bukan diculik melainkan kabur dari Ponpes 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - RY (13) seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo mengaku diculik, padahal melarikan diri dari Ponpes di Tebo.

Pengakuan RY kepada warga di KM 7 Simpang Mataram, Dusun Karya Bakti, Kelurahan Tebing Tinggi, Kampung Pancasila di Tebo Tengah, ada seorang yang tak dia kenal menggunakan mobil Avanza berhenti didepan ponpes mengajak dirinya makan di sekitar Mesjid Jami Tebo Tengah.

"Kami dak sadar, tibo-tibo kami lah didalam mobil, antara sadar dengan idak kami masuk mobil," kata RY kepada wartawan Senin (19/9/2022).

Orang tua RY datang ke Polsek Tebo Tengah Beri Penjelasan kepihak Kepolisian terkait anaknya kabur dari Ponpes
Orang tua RY datang ke Polsek Tebo Tengah Beri Penjelasan kepihak Kepolisian terkait anaknya kabur dari Ponpes (Tribunjambi.com/Sopianto)

Menurut keterangan dari RY dirinya bersama dua rekan lainnya berasal dari Pondok Pesanten Lebak Bungur Kecamatan Sumay. Dua rekan yang dimaksud adalah NF dan R.

"Sayo, NF dan R, NF lari ke arah Mangun Jayo, R lari ke arah Kuamang dan sayo lari kesiko (Lorong Mangun Jayo, Read) " jelas dia.

Dirinya menyebut, didalam mobil itu ada empat orang dewasa dan satu orang anak sebaya dengan dirinya namun dirinya tidak mengetahui siapa anak tersebut.

Baca juga: KPK Ingatkan Pimpinan Daerah Tidak Resmikan Proyek Hasil Pokir Dewan, Ini Kata Bupati Batanghari

Baca juga: Santri di Tebo Jambi Ngaku diculik, Ini Keterangan dari Pengasuh Ponpes Tebo Tengah

Kaspul Anwar (48) ayah RY mengatakan anaknya tidak diculik melainkan kabur dari Ponpes.

"Saya selaku orang tua dari ayah RY mohon maaf kepada semua masyarakat, Kapolsek, bapak TNI, rekan-rekan media dan semua lapisan masayarakat, " ucapanya.

Diakuinya, anak nya yang bernama RY memang mengarang cerita, mungkin takut dengan pimpinan pondok dan orang tua sehingga dikaranglah ceritanya.

"Anak saya memang mengarang cerita mungkin takut dengan pimpinan ponpes dan saya, maka dikaranglah cerita ini," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Sopianto)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Santri di Tebo Jambi Ngaku Diculik, Padahal Kabur dari Ponpes

Baca juga: Pelajar Tawuran di Jakarta Timur Bawa Buaya dan Sajam

Baca juga: Santri di Tebo Jambi Ngaku diculik, Ini Keterangan dari Pengasuh Ponpes Tebo Tengah

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved