Berita Tebo

Santri di Tebo Jambi Ngaku Diculik, Padahal Kabur dari Ponpes

Pengakuan RY kepada warga di KM 7 Simpang Mataram, Dusun Karya Bakti, Kelurahan Tebing Tinggi, Kampung Pancasila di Tebo Tengah, ada seorang yang tak

Penulis: Sopianto | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Sopianto
Santri di Tebo Jambi ngaku diculik, padahal berusaha kabur dari pondok. 

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA TEBO - RY (13) seorang santri di pondok pesantren di Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo mengaku diculik, padahal melarikan diri dari Ponpes di Tebo.

Pengakuan RY kepada warga di KM 7 Simpang Mataram, Dusun Karya Bakti, Kelurahan Tebing Tinggi, Kampung Pancasila di Tebo Tengah, ada seorang yang tak dia kenal menggunakan mobil Avanza berhenti didepan ponpes mengajak dirinya makan di sekitar Mesjid Jami Tebo Tengah.

"Kami dak sadar, tibo-tibo kamilah didalam mobil, antara sadar dengan idak kami masuk mobil," kata RY kepada wartawan Senin (19/9/2022).

Menurut keterangan dari RY dirinya bersama dua rekan lainnya berasal dari Pondok Pesanten Lebak Bungur Kecamatan Sumay. Dua rekan yang dimaksud adalah NF dan R.

"Sayo, NF dan R, NF lari ke arah Mangun Jayo, R lari ke arah Kuamang dan sayo lari kesiko (Lorong Mangun Jayo, Read) " jelas dia.

Dirinya menyebut, di dalam mobil itu ada empat orang dewasa dan satu orang anak sebaya dengan dirinya namun dirinya tidak mengetahui siapa anak tersebut.

Baca juga: Pelajar Tawuran di Jakarta Timur Bawa Buaya dan Sajam

Baca juga: Pemkab dan DPRD Batanghari Tandatangani APBD Perubahan 2022, Fadhil Arief: Semangat Harus Dibangun

Sementara itu Abuhari salah satu warga KM 7 Simpang Mataram, Dusun Karya Bakti, Keluarahan Tebing Tinggi tepatnya di Kampung Pancasila mengatakan, awalnya RY berjalan sendiri di depan tempat dia berjualan, namun setelah jauh berjalan masuk lorong tersebut kemudian RY berbalik arah untuk membeli air minum.

"Dia tadi jalan sendiri, terus sampai diujung aspal balik lagi, dia bertanya apakah jalan itu bisa ke Pulau Temiang," katanya.

Semenatar itu Kapolsek Tebo Tengah AKP Dedi Tanto Manurung mengatakan, dari hasil penyelidikan pihak kepolisian tidak ada penculikan.

Dedi menyebut anak tersebut memang keluar dari Ponpes tanpa seizin dari pihak Ponpes.

"Dia pengen pulang, namun tidak izin dengan pihak ponpes," kata dia.

Dikarenakan dia takut dimarahi oleh pihak ponpes maka cerita tersebut dikarangi anak tersebut bahwa dia diculik orang.

Pesantren yang diceritakan anak tersebut yang berada di Lebak Bungur Sumay itu benar dan hanya karang anak tersebut, tidak ada Pesantren disana yang ada Pesantren di Kecamatan Tebo Tengah.

"Tidak ada dia naik mobil, makan didekat Mesjid bersama dua rekan temannya, lain sebagai nya, itu karangan anak tersebut," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Sopianto)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pelajar Tawuran di Jakarta Timur Bawa Buaya dan Sajam

Baca juga: Sepakat Tolak Kenaikan BBM Fraksi PKS dan Demokrat Temui Emak-emak Berunjuk Rasa di DPRD Jambi

Baca juga: Pemkab dan DPRD Batanghari Tandatangani APBD Perubahan 2022, Fadhil Arief: Semangat Harus Dibangun

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved