Berita Sarolangun

Aktivitas PETI di Sarolangun Mulai Mengancam Lahan Pertanian Padi

Ada beberapa Kecamatan yang lahan pertanian mereka sudah mulai terdampak aktivitas tersebut. 

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
tribunjambi/abdullah usman
Akibat aktivitas PETI di Sarolangun mulai merambah ke kawasan lahan pertanian produktif 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Lahan pertanian pangan di beberapa kecamatan di Kabupaten Sarolangun mulai tergerus aktifitas penambangan emas tanpa izin (PETI) atau dompeng.

Kerusakan alam akibat aktivitas PETI mulai merambah ke kawasan lahan pertanian produktif yang dapat mengancam swasembada pangan di Sarolangun

Kepala Dinas TPHP Sarolangun Dedi Hendri mengatakan, aktivitas PETI memang semakin marak di Sarolangun

Ada beberapa Kecamatan yang lahan pertanian mereka sudah mulai terdampak aktivitas tersebut. 

"Sebut saja Kecamatan Limun, Batang Asai dan sebagian wilayah Kecamatan CNG," ujarnya, Senin (19/9/2022). 

"Namun dua kecamatan paling mendominasi dijumpai perambahan lahan pertanian tadi, yaitu Kecamatan Limun dan Batang Asai," sambungnya. 

Terkait hal tersebut, pihaknya sejauh ini hanya bisa merespon sebatas memberikan imbauan kepada para petani. Agar mereka tetap mengutamakan dan mendorong bertanam padi. 

"Namun karena godaan aktivitas peti ini memang sangat besar sekali, kita hanya bisa sebatas menghimbau para petani saja," pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Masyarakat Adat Temukan 11 Alat Berat Lakukan Aktivitas PETI di Muara Emat Kerinci Jambi

Baca juga: Polisi Tangkap Bos PETI dan Sita Emas Senilai Rp 5 Miliar

Baca juga: Polda Jambi Tindak Pelaku PETI di Batanghari Jambi, 20 Mesin Dompeng Beroperasi

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved