Breaking News:

Berita Kerinci

Masyarakat Adat Temukan 11 Alat Berat Lakukan Aktivitas PETI di Muara Emat Kerinci Jambi

Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Desa Muara Imat, Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, Jambi ternyata masih ditemukan beroperasi

Penulis: Herupitra | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Herupitra
Temuan alat berat untuk penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Desa Muara Imat, Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Desa Muara Imat, Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, Jambi ternyata masih ditemukan beroperasi.

Meski beberapa waktu lalu anggota Polres Kerinci telah melakukan operasi, hanya ditemukan gubuk yang telah ditinggalkan penambang PETI.

Informasi yang dihimpun, aktivitas PETI tersebut terjadi di wilayah Penetai Bao Renah Paku Lueh, Desa Muara Imat, Kecamatan Batang Merangin, Kerinci.

Depati Muara Langkap Mukri Soni saat dikonfirmasi, Senin (22/08) membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, dirinya telah menurunkan masyarakat adat untuk turun cek lokasi tersebut.

"Ya, kita sudah turunkan dari adat, untuk cek lokasi, hasilnya memang masih ditemukan lokasi Penambangan di dalam itu masih beroperasi, lokasinya wilayah Penetai Bao atau Renah Paku Lueh, untuk jalan kaki lebih kurang 8-12 jam lah," ungkapnya.

Baca juga: Modus Pelaku Penimbunan Solar Subsidi di Batanghari Jambi, Ternyata BBM Hasil Sedot dari Tangki

Baca juga: Hasil Autopsi Ulang, 2 Tembakan Mematikan Diterima Brigadir Yosua

Dari hasil orang adat yang turun, katanya, ada sekitar 11 unit alat berat yang masih melakukan aktivitas Penambangan. Sedangkan untuk lokasi PETI masih merupakan wilayah Adat Depati Muara Langkap.

"Kalau razia Petugas beberapa waktu lalu itu masih diluar belum masuk ke dalam lagi. Tapi kalau pak Kapolres Ingin turun, kami dari adat siap mendapingi menuju lokasi PETI," sebutnya.

Karena PETI tersebut masuk dalam wilayah ajun arah Depati Muara Langkap, dirinya mengatakan bahwa tidak pernah mengizinkan aktivitas Penambangan Tanpa Izin masuk ke wilayahnya.

"Karena masuk dalam wilayah adat kita. Tapi dari awal saya tidak pernah mengizinkan PETI itu, karena merusak hutan lindung negara," ucapnya.

Dirinya juga meminta kepada aparat penegak Hukum yakni Kapolres Kerinci untuk menghentikan aktivitas PETI di wilayah Kedepatian Muara Langkap. "Jangan hanya Pekerjanya yang ditangkap tapi Pemilik alat dan pemodalnya ditangkap," pintanya.

Sementara itu Kapolres Kerinci, AKBP Patria Yuda Rahadian dikonfirmasi terkait aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) pada, Senin (22/08) melalui WhatAppsnya belum ada balasan. (Tribunjambi.com/Herupitra)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Modus Pelaku Penimbunan Solar Subsidi di Batanghari Jambi, Ternyata BBM Hasil Sedot dari Tangki

Baca juga: Sinopsis Cinta Setelah Cinta 22 Agustus 2022, Dendam Membara Ben Ingin Membunuh Ayu

Baca juga: Hasil Autopsi Ulang, 2 Tembakan Mematikan Diterima Brigadir Yosua

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved