Kejari Tanjabtim Terima Barang Bukti Ratusan Botol Miras Asal Batam

Kejari Tanjung Jabung Timur telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti penyelundupan 312 botol MMEA.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Kejari Tanjung Jabung Timur telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti penyelundupan 312 botol MMEA. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Jabung Timur telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap II Darsuli terdakwa penyelundupan 312 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

Kepala Seksi Tindak Pidanan Khusus, Kejari Tanjabtim Reynold mengatakan, Kejaksaan telah menerima terdakwa Darsuli dari Penyidik PNS (PPNS) Bea & Cukai Tipe Madya Pabean B Jambi pada Senin 12 September 2022.

"Suli diketahui menyelundupkan 312 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) tanpa kena cukai yang diperolehnya dari Batam Kepulauan Riau sebelum ia tertangkap," ujar Reynold, Selasa (13/9/2022).

Dia menerangkan, jaksa penuntut umum menerima  berkas perkara dan barang bukti perkara yakni, satu unit Mobil Pick Up Daihatsu grand max warna putih dengan nomor Polisi BH8612 MQ beserta STNK, 45 karton hiasan keramik, 1 karton tirai kayu, 1 HP merk OPPO A5S.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Komplotan Perompak di Tanjabtim, Berawal dari Ikan Tenggiri di Boks

"Kita menerima 9 jenis minuman keras tanpa cukai dengan total 312 botol dan semuanya akan disimpan terlebih dahulu, sedangkan sampelnya akan dipergunakan untuk persidangan" terangnya.

Lanjutnya, seluruh barang bukti akan disimpan di gudang barang bukti Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur.

Pasal yang akan digunakan oleh jaksa penuntut umum Kejari Tanjung Jabung Timur yaitu Pasal 54 dan/atau Pasal 56 UU RI No. 11 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Dia menjelaskan, akibat dari perbuatan terdakwa berpotensi merugikan negara yang berupa cukai yang harus dibayar sebesar Rp. 29.127.000

"Bea masuk dan pajak dalam rangka Impor (PDRI) yang seharusnya dibayar sebesar Rp.250.266.630. Sedangkan, total perkiraan nilai pungutan negara yang seharusnya dibayar adalah sebesar Rp. 279.393.830," jelasnya.

Baca juga: Mantan Perompak di Pulau Seribu Dibekuk Polisi di Perairan Tanjabtim, Kerap Sasar Kapal Nelayan

Sementara itu, untuk saat ini Reynold mengatakan bahw tersangka menjadi tahanan rumah. Hal itu dikarenakan, dari hasil cek kesehatan bersama dokter dan rekomendasi dokter, terdakwa harus berobat karena terkena stroke.

"Karena terkena stroke, bejalannya juga sudah sulit. Kita melihat dan pendapat dari jaksa penuntut umum tetap dilakukan penahanan, penahanan rumah," katanya.

Baca juga: Satpol PP Sita Ratusan Miras dari Sejumlah Titik di Kota Jambi

Jaksa penuntut umum masih menyusun dakwaan agar konferensif, cermat, jelas dan lengkap dalam dakwaan tersebut untuk dilimpahkan ke pengadilan dalam minggu ini.

(Tribun Jambi / Rifani Halim)

Baca berita  terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved