Breaking News:

Kronologi Penangkapan Komplotan Perompak di Tanjabtim, Berawal dari Ikan Tenggiri di Boks

Satpolair Polres Tanjabtim mengamankan lima orang pelaku perompak dan satu penadah yang menghabiskan barang milik nelayan.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Polisi menangkap enam orang pelaku perompakan kapal nelayan yang beroperasi di perairan Tanjabtim, Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK -Satpolair Polres Tanjabtim mengamankan lima orang pelaku perompak dan satu penadah yang menghabiskan barang milik nelayan yang sedang bersandar di wilayah pesisir Timur Jambi, Kecamatan Muara Sabak Timur, Agustus lalu.

Kasat Polair Polres Tanjabtim AKP Ahmad Soekany Daulay menerangkan, kronologi penangkapan para pelaku perompak terjadi di Kecamatan Kuala Jambi, Tanjabtim.

"Dari hasil laporan nelayan yang menjadi korban perompakan. Tim gabungan dari Dirpolairud Polda Jambi dan Polres Tanjabtim melakukan penyelidikan secara intens," ujar kasat polair Polres Tanjabtim, Selasa (13/9/2022).

Dalam jangka waktu 13 hari kemudian kepolisian mendapatkan titik terang. Yang mana salah satu pelaku, menjual hasil kejahatannya berupa ikan.

"Berupa ikan tengiri di dalam boks. Dari informasi ini, kita lakukan pengamanan kepada pembeli yang berinisial NS," katanya.

Baca juga: Mantan Perompak di Pulau Seribu Dibekuk Polisi di Perairan Tanjabtim, Kerap Sasar Kapal Nelayan

Dari hasil interogasi pihak kepolisian. Ahmad bilang mengantongi nama pelaku utama dari penadah. Samsudin, Maryono (42), Hasanuddin (38), Badi (31), Jon (24). 

"Hingga pada tanggal 9 September kita berhasil mengamankan 5 orang pelaku dan satu orang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Satu orang penadah," sebutnya.

Ini dilakukan oleh para perompak bukan tanpa alasan. Para perompak tersebut melakukan kejahatannya dilandasi keterbatasan ekonomi yang makin menjepit belakangan ini.

Baca juga: Kapal KM Nagamas Disatroni Bajak Laut di Perairan Tanjabtim, Kru Kapal Diancam Sajam, Harta Dikuras

"Pelaku ini tentunya karena masalah ekonomi, mungkin para tersangka membutuhkan uang dengan cara instan melakukan perompakan dan pesanan penadah," tuturnya.

Baca berita  terbaru Tribunjambi.com di Google News

 


(Tribun Jambi/ Rifani Halim)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved