Mantan Perompak di Pulau Seribu Dibekuk Polisi di Perairan Tanjabtim, Kerap Sasar Kapal Nelayan

Polisi menangkap enam orang pelaku perompakan kapal nelayan yang beroperasi di perairan Tanjabtim, Jambi.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Polisi menangkap enam orang pelaku perompakan kapal nelayan yang beroperasi di perairan Tanjabtim, Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK -Sat polair Polres Tanjung Jabung Timur bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Jambi mengamankan lima orang pelaku perompakan kapal nelayan yang beroperasi di perairan Tanjabtim, Jambi dan satu penadah.

Kapolres Tanjabtim AKBP Andi Usman saat konferensi pers bersama Direktur Kepolisian Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Jambi, Kombes Pol. Michael Mumbunan berkata, pihaknya berhasil mengamankan enam orang tersangka yang terlibat aksi perompakan di Kuala Lumbur Luar, Kecamatan Muara Sabak Timur pada Agustus lalu.

"Enam orang ini ada dua peran yang berbeda, lima orang sebagai pelaku, satu orang sebagai penampung barang-barang hasil rompakan," ujarnya, saat konferensi pers di satpolair, Selasa (13/9/2022).

Dari kelima pelaku yang diamankan oleh polisi, satu orang di antaranya merupakan mantan bajak laut atau residivis bernama Samsudin (49). Ia pernah beroperasi melakukan perompakan di Kepulauan Seribu pada tahun 90-an. Samsudin kala itu harus mendekam selama 15 tahun penjara.

Baca juga: Polairud Cek Kapal Nelayan Korban Bajak Laut di Tanjabtim

Sebagai mantan bajak laut puluhan tahun silam. Kini Samsudin menjadi ketua kelompok dari bajak laut yang melibatkan empat orang lainnya sebagai anak buah menyasar ke kapal nelayan maupun kapal lainnya. Mereka juga beraksi sesuai pesanan Ros Neng (41) yang memesan sejumlah keperluan kapal motor.

"Dia (Samsudin) sudah pernah melakukan hal yang sama dan kita tangkap kembali Tanjabtim. Karena semua Tersangka merupakan warga domisili Kuala Jambi, Tanjabtim," kata Kapolres.

Kelompok Samsudin sengaja merompak kapal milik nelayan yang sedang beristirahat di perairan, dengan tujuan mengambil pesanan dari seorang Ros Neng alhasil kelompok ini mengambil radio kapal, GPS, antena, tenaga surya, dinamo cas 5, dua buah aki kapal, tiga ekor ikan tenggin dan tiga puluh ekor ikan tek dan satu ekor Fibreikan, dua unit handphone, dua unit lampu LED, satu unit Otomad starter, satu unit Pompa celup, empat puluh meter tall kapal, dokumen kapal untuk kebutuhan kapal motor milik Ros Neng.

Baca juga: Kapal KM Nagamas Disatroni Bajak Laut di Perairan Tanjabtim, Kru Kapal Diancam Sajam, Harta Dikuras

"Ada tiga kapal (pompong) yang kita amankan, ada tiga kapal yang digunakan. Dua kapal untuk melakukan kegiatan perompakan dan satu kapal lagi untuk membantu," kata Kapolres.

Rekan ataupun anak buah dari Samsudin merupakan, Maryono (42), Hasanuddin (38), Badi (31), Jon (24). 

Keenam tersangka tersebut juga sehari-hari beroperasi menjadi nelayan ini, dijatuhkan pasal 365 Ayat (1) KUHPidana diancam dengan pidana penjara paling lama 9 (Sembilan) tahun, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. 

Sedangkan Ros Neng pasal 480 KUHPidana, diancam dengan Pidana penjara paling lama empat tahun.

(Tribun Jambi / rifanihalim)

Baca berita  terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved