Monev Pelaksanaan KBK di FKTP, Fungsi Layanan Primer Diperkuat

Pencapaian indikator pelayanan kontak Puskesmas, Klinik dan Dokter Praktek Perorangan (DPP) pada Januari sampai Maret 2022 capai 30 persen

Editor: Rahimin
Istimewa
BPJS Kesehatan Cabang Jambi menyelenggarakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) Kabupaten Batang Hari 

TRIBUNJAMBI.COM - BPJS Kesehatan Cabang Jambi menyelenggarakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) Kabupaten Batang Hari, Senin (23/5/2022).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Batang Hari, Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia (PKFI) Kabupaten Batang Hari, dan Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) Wilayah Batang Hari.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, Sri Widyastuti menyatakan, pencapaian indikator pelayanan kontak Puskesmas, Klinik dan Dokter Praktek Perorangan (DPP) pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2022 mencapai 36,04 persen.

Untuk dapat meningkatkan capaian tersebut, pihaknya mengharapkan dukungan dari setiap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dapat meningkatkan kontak tidak langsung dengan peserta.

“Kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas saya rasa sudah sangat banyak dan dijalankan dengan baik, hanya saja pencatatan belum dilakukan sebaik pelaksanaan sehingga tidak terlaporkan dengan baik, untuk itu pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini sangat penting dilaksanakan guna mengingatkan Kembali akan kewajiban FKTP sebagai pemberi layanan terhadap indikator yang tertuang didalam KBK. Yang ingin kami sampaikan pula adalah, tujuan pembuatan indikator bukan untuk mempersulit ruang gerak namun untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Widi.

Dalam sambutannya, Widi juga menghimbau kepada para petugas Primary Care Puskesmas, untuk dapat tetap memberikan layanan kepada masyarakat yang datang dengan menunjukkan KTP sebagai  salah satu identitas kepesertaan Program JKN-KIS. Sehingga ketika peserta datang ke fasilitas kesehatan dan lupa membawa kartu kepesertaan program JKN-KIS peserta tersebut tetap bisa mendapatkan pelayanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, dr Elfie akan mendorong Puskesmas untuk mengoptimalkan capaian indikator KBK. Caranya, dengan mengembangkan pendekatan atau metode yang berbeda dan sesuai untuk meningkatkan indikator KBK di Puskesmas wilayah Kabupaten Batang Hari.

"Untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang baik, kita para tenaga kesehatan diikat oleh peraturan dan indikator – indikator yang ditetapkan oleh Pemerintah dan Kementerian Kesehatan. Peraturan tersebut bukanlah mempersulit diri kita tetap diatur agar kita memiliki guidelines dalam memberikan pelayanan yang efektif, pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya.

dr Elfie menyebutkan, dalam tahap awal implementasi KBK ini dirinya termasuk salah satu jajaran yang ikut melakukan protes dan merasa keberatan untuk melaksanakan implementasinya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu dia beserta rekan-rekan tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan dan Puskesmas merasakan bahwa pelaksanaan KBK ini sangat efektif dalam memberikan layanan terbaik kepada peserta.

“Tiga indikator utama dalam pelaksanaan KBK menunjukkan seberapa baik pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas sebagai pemberi layanan primer, oleh karena itu saya harap para pimpinan FKTP yang hadir hari ini bersedia di evaluasi oleh BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan KBK-nya. Semua ini demi pelaksanaan pelayanan kesehatan primer yang lebih baik di Wilayah Kabupaten Batang Hari,” pungkasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved