Perang Rusia Ukraina
Pasukan Rusia Dikepung di Kherson, Pejuang Ukraina Berusaha Rebut Wilayahnya
Ukraina dengan pasukan yang didukung senjata barat berupaya merebut kembali Kherson dari Rusia.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Ukraina dengan pasukan yang didukung senjata barat berupaya merebut kembali Kherson dari Rusia.
Pertempuran di Kherson, hingga membuat pasukan Rusia kewalahan.
"Serangan balasan Ukraina untuk merebut kembali Kherson akan menjadi " operasi lambat untuk menggiling musuh ", kata penasihat senior presiden Oleksiy Arestovych.
"Tentu saja, banyak yang menginginkan serangan besar-besaran dengan berita tentang penangkapan oleh militer kami dari sebuah pemukiman dalam satu jam," tulisnya.
“Tapi kami tidak bertarung seperti itu… Dana terbatas.”
Presiden Zelenskiy, mengatakan "pertempuran sengit" berlanjut di "hampir seluruh wilayah" Kherson.
Rusia Dikepung Ukraina
Pasukan Ukraina terus mengepung tentara Rusia yang masih berada di wilayah Kherson.
Tercatat 1.200 pasukan Ukraina jadi korban di Kherson dalam peperangan dengan Rusia.
Sementara Rusia dilaporkan kehilangan 450 orang tentaranya di Kherson.
Hingga Jumat (2/9/2022) diperkirakan tentara Rusia yang tewas oleh pasukan Ukraina telah melebihi 50.000.
Militer Ukraina melaporkan pada Kamis (1/9/2022) tentara Rusia yang telah tewas mencapai 48.350 tewas dan terluka akibat perang tersebut.
Dari pemberitaan sejumlah media sebanyak 80.000 prajurit Rusia tewas.
Tentara Volodymyr Zelensky juga menyebut 1.997 tank, 4.345 Kendaraan bersenjata, 1.115 artileri, 287 Sistem peluncur roket, 234 Pesawat tempur, 153 Sistem pertahanan Udara, 296 Helikopter, 851 drone, 205 helikopter, 196 misil dari kapal, 15 kapal perang dan 3.239 kendaraan perang.
Sementara dari kubu Ukraina sendiri, Rusia tidak mengumumkan jumlah pastinya, Kementerin Pertahanan Rusia hanya menyebutkan demiliterisasi di Ukraina telah merontokkan 280 pesawat tempur, 151helikopter, 1.852 drone, 371 sistem rudaal anti pesawat dan 4.663 tank.