Sungai Batang Tembesi Sarolangun, Ikut Partisipasi Dalam Kegiatan Budaya Swarnabhumi

Kegiatan Swarnabhumi bakal dilakukan di Sungai Batang Tembesi Kabupaten Sarolangun sebagai salah satu anak cabang sungai Batanghari.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kadis Dikbud Sarolangun Helmi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kegiatan Swarnabhumi bakal dilakukan di Sungai Batang Tembesi Kabupaten Sarolangun sebagai salah satu anak cabang sungai Batanghari.

Kadis Dikbud Sarolangun Helmi mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama empat hari dari 1-4 September 2022.

Dalam kegiatan tersebut berbagai rangkaian kegiatan bakal dilaksanakan mulai dari kegiatan kreativitas anak usia dini dengan pengecapan lapek Semendo, stand pameran, pawai budaya, senam massal, pentas kreatifitas seni budaya dan malam beramai-ramai.

"Saat ini apa sih peran masyarakat yang bisa untuk membangkitkan dan berbuat untuk keselarasan alam, maka diadakan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Swarnabhumi. Daerah yang anak cabang dari sungai Batanghari juga ikut berpartisipasi untuk mengangkat harkat dari pada sungai Batanghari, " uhar Helmi Selasa (30/08/2022).

Helmi menjelaskan dalam kegiatan Kenduri Swarnabhumi ini, pihaknya mengangkat budaya Lapek Semendo yang akan diangkat dan dikenalkan ke masyarakat luas.

Baca juga: Ainun Husain, Mahasiswa Arkeologi Cantik Salah Satu Peserta Kenduri Swarnabhumi

Diketahui bahwa budaya Lapek Semendo ini merupakan adat istiadat tanda kasih sayang orang tua dan induk bako.

"Untuk di kabupaten Sarolangun kita akan mengangkat nilai adat istiadat itu dalam bentuk Lapek Semendo, merupakan suatu tradisi budaya yang dilakukan oleh masyarakat Sarolangun," ujarnya.

Lapek Semendo merupakan tanda kasih sayang orang tua dan induk bako, untuk mengurus keponakan yang sudah melangsungkan pernikahan dengan bentuk mengantar kepada pihak perempuan dengan melengkapi berbagai harta bawaan atau tepung Bao, dan yang lain," lanjutnya.

Baca juga: Tim Kenduri Swarnabhumi Tiba di Batanghari, Bakhtiar Ceritakan Kejayaan di Pertigaan Tembesi

Menurut Helmi, tradisi lamo masyarakat dusun Sarolangun ini saat ini para kalangan anak muda banyak yang tidak paham sehingga memang ini perlu kupas kembali bagaimana adat istiadat tersebut. (usn) 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved