Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Diutus dan Pergi
Bacaan ayat: Yeremia 1:6-7 (TB) Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." Tetapi TUHAN
Diutus dan Pergi
Bacaan ayat: Yeremia 1:6-7 (TB) Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Masa muda, menjadi masa yang sangat rentan untuk melakukan anarkis yang mengarah kepada kejahatan. Masa muda terkesan menjadi masa pencarian indentitas diri.
Masa dimana emosi tidak stabil, kurang pengalaman, terburu-buru dalam bertindak dan cenderung semaunya sendiri, tanpa tahu apa yang menjadi kepentingan dan kebutuhan orang lain.
Itu sebabnya orang muda selalu diragukan ketika harus berada pada posisi sebagai pemimpin. Banyak yang merendahkan dan tidak menghargai.
Faktanya, justru banyak kemajuan dan perubahan terjadi atas prakarsa orang muda. Semangat untuk mengubah keadaan begitu kental.
Meskipun terkesan grasa-grusu (seolah tidak ada perhitungan yang matang), namun banyak tindakannya yang berdampak baik bagi kehidupan.
Mereka yang sudah tua, kadang lebih mempertahankan zona aman dan nyaman, cukuplah! Dalam catatan Alkitab, Timotius pernah mendapat dorongan dari Paulus untuk percaya diri dalam memimpin jemaat.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Pakai Perkataan yang Membangun
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Bersikap Tenang dalam Segala Keadaan
Timotius memang masih muda, namun didorong oleh Paulus untuk menjadi pemimpin yang memberikan teladan baik bagi jemaat.
'Jangan biarkan penilaian umum mempengaruhi kepemimpinan dan tetap menjadi pemimpin yang menjadi panutan', demikian motifasi Paulus kepada Timotius.
Yeremia tergolong masih muda ketika Firman Tuhan datang kepadanya. Sebagai orang muda ia sadar bahwa kelemahan utamanya adalah tidak pandai bicara.
Bukankah peran seorang nabi harus pandai berbicara, menyuarakan suara Tuhan kepada umat?
Pandai bicara adalah modal utama yang harus dimiliki.
Belum lagi jika harus berdebat, adu argumentasi atau menjelaskan sesuatu berkaitan dengan karya Tuhan, bukankah ia harus memberikan penjelasan sebaik mungkin agar umat paham dengan kehendak Tuhan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)