Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Bersikap Tenang dalam Segala Keadaan

Bacaan ayat: Amsal 17:27 (BIMK) Orang yang tajam pikirannya, tidak banyak bicara. Orang yang bijaksana, selalu tenang.

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram Kasih Kristen
Ilustrasi renungan Kristen 

Bersikap Tenang dalam Segala Keadaan

Bacaan ayat: Amsal 17:27 (BIMK) Orang yang tajam pikirannya, tidak banyak bicara. Orang yang bijaksana, selalu tenang.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Masih ingat peribasa ini? 'Air tenang menghanyutkan. Air beriak tanda tak dalam.' Peribahasa tersebut hendak memberikan peringatan bahwa jangan salah sangka dengan seorang yang tidak banyak bicara. Dibalik kondisi diamnya ada bisa mematikan yang siap disemburkan.

Sementara itu, orang yang terlalu banyak bicara, juga perlu diwaspadai. Sebab tidak jarang materi pembicaraannya hanya hayalan belaka.

Peribasa tersebut juga mengingatkan kita, betapa sukarnya menebak isi hati setiap orang. Karena setiap orang dipengaruhi sedemikian rupa oleh masa lalunya, sehingga bersikap tertentu; atau terkait dengan harapan dimasa depan, sehingga bersikap yang terkesan aneh hari ini.

Memang tidak bisa dihindari, setiap perilaku manusia menyimpan motif terdalam yang hanya diketahui oleh Tuhan. Jangankan orang lain, dirinya sendiri pun sering tidak paham atas tindakan yang ia pilih.

Membaca Amsal, kali ini kita menemukan sebuah kalimat bijak: 'Orang yang tajam pikirannya, tidak banyak bicara. Orang yang bijaksana, selalu tenang.' Jika dalam peribahasa diatas, banyak bicara dan tenang berkonotasi (kata yang terhubung dengan nilai rasa) tidak baik atau buruk, kali ini oleh Amsal justru dipahami dengan makna yang baik.

Tidak banyak bicara, oleh Amsal dikaitkan dengan orang yang berfikir tajam. Ia tidak sembarangan berfikir. Ia kritis terhadap apa yang dipikirkannya.

Berbagai kemungkinan ia perkirakan sehingga siap dengan sikap antisipasinya. Biasanya pemikiran yang tajam terkait dengan wawasan yang luas. Ia tidak dikendalikan oleh keinginan atau kebutuhan, namun melihat dalam cakrawala yang lebih luas.

Ia bagaikan burung Rajawali yang terbang tinggi, sehingga mampu melihat segala hal secara luas dan bisa fokus pada sasaran yang tepat. Sementara itu, orang bijak akan tenang dalam bertindak. Tenang itu sebuah pilihan untuk mengendalikan diri secara baik dan menanti saat yang tepat untuk bertindak.

Segala yang dilakukannya terukur dan diperhitungkan sedemikian rupa sehingga berharap memberikan hasil yang sebaik-baiknya.

Hari ini kita diingatkan untuk bersikap bijak. Terasa sulit ya? Bisa jadi! Sebab, jangankan sampai pada sikap bijaknya, memahami definisi dan pengertian nya saja sulit ya?!
Tapi bisa koq! Hanya perlu latihan. Coba baca renungan ini secara perlahan.

Pahami kalimat per kalimat, tarik nafas secukupnya sehingga tahu kapan pemenggalan kalimat dilakukan. Sebab jika salah penggal, akan berbeda makna, atau tidak dipenggal, juga menghilangkan makna.

Bijak itu latihan untuk bersikap tenang dalam segala keadaan. Jangan buru-buru untuk berkata-kata.

Saatnya akan tiba, perkataan itu akan mengalir dengan sendirinya jika memang diperlukan. Selamat menjadi orang bijak yang berfikir tajam dalam iman. Amin

Renungan harian oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved