Jaksa Agung Resmi Buka Musyawarah IV Lembaga Adat Rumpun Melayu di Jambi

Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Pembukaan Musyawarah IV Lembaga Adat Rumpun Melayu (LARM) se-Sumatera,Jumat (26/8).

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Wira Damanik
Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Pembukaan Musyawarah IV Lembaga Adat Rumpun Melayu (LARM) se-Sumatera di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (26/8). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Pembukaan Musyawarah IV Lembaga Adat Rumpun Melayu (LARM) se-Sumatera di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (26/8).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, Anggotan DPR RI Efendi Simbolon, Gubernur Jambi Al Haris dan pejabat lainnya. Kegiatan tersebut dimulai dengan jamuan makan malam. 

Kegiatan tersebut juga dihadiri lembaga ada dari Sumatera Utara, Riau, Lampung, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengatakan pembangunan hukum di Indonesia menuju restoratif justice. Pihaknya juga hadir diposisi tengah antara korban dan pelaku.

"Saat ini fokus pembangunan hukum di Indonesia dan sudah menuju arah restoratif justice. Budaya sosial masyarakat juga berupaya menjadi hukum dan keadilan di masyarakat dengan menerbitkan peraturan kejaksaan nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan restorative keadilan. Dalam rangka memperbaiki atau merestorasi keadaan korban seperti pada keadaan semula, kita juga dituntut memperhatikan aspek hukum pelaku serta mengakomodir rasa keadilan di masyarakat. Kejaksaan hadir mengambil posisi ditengah antara pelaku dan korban dan masyarakat secara proporsional, sehingga diharapkan akan tercipta pemulihan keadilan yang utuh di antara para pihak," ujar Burhanuddin.

Burhanuddin menambahkan pihaknya restoratif Justice sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

"Musyawarah wilayah yang saya banggakan pada hakekatnya keadilan restoratif atau RJ merupakan budaya bangsa yang tercermin dari nilai-nilai Pancasila. Sila ke-2 yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan untuk diperlakukan sama dimuka hukum sehingga mencerminkan Sila ke-4 dimana nilai-nilai keadilan diperoleh melalui musyawarah untuk mufakat dalam penyelesaian permasalahan yang sejatinya yang diterapkan oleh Kejaksaan menjadi begitu istimewa karena spirit berupaya melibatkan unsur kebudayaan masyarakat adat dan hukum adat. Didalam pelaksanaan restorative Justice melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat karena merekalah yang tahu bagaimana kehidupan masyarakat itu sendiri dan cara pemecahan masalahnya, kami juga punya rumah ini silakan digunakan oleh bapak-bapak tokoh adat untuk memecahkan permasalahan. " katanya.

Ketua LAM Jambi HBA
Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi, Hasan Basri Agus (HBA).

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan "Suatu kebanggaan pada kami malam hari ini, selain penganugerahan gelar adat melayu jambi, insyaallah besok. Musyawarah ketiga dilaksanakan 2017 tuan rumahnya juga Jambi. Demi konsolidasi lembaga melayu se-sumatera untuk menjaga silaturahmi, hari ini kembali digelar musyawarah Lembaga Adat Rumpun Melayu." ujar Hasan Basri.

HBA juga mengatakan rasa bangganya Burhanuddin dapat menjadi Jaksa Agung RI yang dulunya dinas di Jambi.

"Dulu Jaksa Agung, Pak Burhanuddin dinas di Jambi, sebetulnya saya gak nyangka sekarang sudah jadi Jaksa Agung. Kita bangga," kata HBA.

Sementara itu Gubernur Jambi Al Haris, mengatakan sudah lama merencanakan musyawarah lembaga adat melayu tersebut dan akan memberikan gelar adat terhadap tokoh-tokoh yang telah memberikan jasa dan dedikasinya terhadap Jambi, diantaranya Jaksa Agung RI.

"Acara ini sebenarnya sudah lama kami inisiasi. Kita juga akan memberikan gelar adat kepada tokoh-tokoh ini, yang dulunya berdinas di Jambi dan memberikan kontribusi terhadap Jambi dan telah banyak jasa dan dedikasi tokoh-tokoh tersebut,"

Haris juga menambahkan pentingnya adat untuk dirawat, terutama dalam melakukan pendekatan restoratif justice.

"Adat tidak boleh hilang di masyarakat kita. Dulu adat sangat kental, ada masalah tidak sampai pengadilan dengan duduk bersama lalu selesai masalahnya. Kedepan kita akan dorong hal ini," pungkas Haris.

Acara tersebut berakhir dengan dibukanya secara resmi Musyawarah IV Lembaga Adat Rumpun Melayu dengan pemukulan gong oleh Jaksa Agung RI.(adv)

 

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved