Pusat Informasi Konservasi Gajah Diprotes Warga, Ini Kata Pj Bupati Tebo

Masyakat Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi sempat protes soal Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG). 

Penulis: Sopianto | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG). Lokasi tersebut ada di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO- Masyakat Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi sempat protes soal Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG). 

Pasalnya masyarakat setempat menganggap pihak BKSDA Provinsi Jambi mengingkari kesepakatan awal dengan masyarakat terkait pembangunan pagar bagi lahan masyarakat setempat sepajang 8 KM untuk melindungi kebun dan pemukiman warga dari gajah liar. Namun tak kunjung dibagun. 

PIKG digadang-gadang merupakan penangkaran gajah terbesar di Sumatera karena terdapat sekitar 120 ekor gajah liar yang tersebar di sekitar wilayah Bukit Tiga Puluh tepatnya di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Tebo, Aspan saat dikonfirmasi Rabu (24/8/2022) mengatakan bahwa pagar kejut listrik yang sebelumnya telah dijanjikan kepada warga, dipastikan akan dibangun, Namun saat ini masih dalam proses pengesahan status lahan penangkaran gajah yang disebut Penangkar Datuk Nang Gadang.

Baca juga: Baru Diresmikan, Warga Merasa Dirugikan dengan Pusat Informasi Konservasi Gajah di Tebo

"Ini mungkin karena kurangnya sosialisasi, ini kan butuh proses, saat ini prosesnya masih pengesahan status lahan, kalau statusnya sudah jelas baru proses berikutnya pembangunan infrastrukturnya melalui anggaran APBN," ujar Aspan.

Penangkaran Datuk Nang Gadang itu sendiri kata Aspan, sebelumnya sudah disahkan dengan SK Gubernur Jambi terkait status lahan tersebut sebagai Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG). Kemudian diajukan ke Kementerian Kehutanan untuk disahkan.

"Alhamdulillah usulan tersebut sudah diterima oleh kementerian dan sudah di SK kan oleh Kementerian Kehutanan sebagai Penangkaran Datuk Nan Gadang," terang Aspan.

Setelah proses pengesahan lahan ini selesai kata Aspan, baru akan dilakukan pembangunan infrastruktur yang langsung dari anggaran APBN. Salah satu yang akan dibangun ialah pagar kejut listrik dan infrastruktur akses jalan.

"InsyaAllah, tahun 2023 nanti, semuanya sudah dibangun baik itu pagar kejut listrik maupun akses jalan," terang Aspan.

Baca juga: Wisata Jambi Taman Rimba Ada Spot Gajah yang Jadi Favorit Anak-anak

Dirinya berharap masyarakat bersabar, karena pembangunan Penangkaran Datuk Nan Gadang butuh proses yang panjang, terutama pengasahan status lahan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. 

"Kita berharap masyarakat bersabar dan tidak perlu khawatir, karena pembangunan pagar kejut dan akses jalan, dipastikan akan dibangun tahun depan," jelasnya. 

Perlu diketahui bahwa, berada di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) atau Penangkaran Datuk Nang Gadang dicanangkan akan dijadikan penangkaran gajah terbesar di Sumatera dan lebih besar dari yang ada Provinsi Lampung.

Baca juga: Gubernur Jambi Resmikan Pusat Informasi Konservasi Gajah di Tebo

Karena terdapat sekitar 120 gajah liar yang menghuni kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh yang saat ini statusnya sudah disahkan oleh Kementerian Kehutanan. (Tribunjambi.com/Sopianto) 

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved