Sensus Dalam Perspektif Warna
Bicara tentang warna, maka BPS pun mengambil peran dalam kegiatan sensus yang menjadi tupoksinya.
Dalam perspektif warna, sensus penduduk identik dengan warna biru. Biru identik dengan warna kepervayaan dan tanggung jawab, kejujuran, serta kepercayaan.
Barangkali BPS menggunakan warna biru agar seluruh penduduk percaya dan bersedia untuk disensus, serta menjawab pertanyaan dengan jujur. Petugas sensus pun melaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Hasil sensus penduduk terakhir, yaitu SP2020, tercatat jumlah penduduk Jambi sebanyak 3,55 juta jiwa. Kelompok usia produktif (15-64 tahun) mendominasi sebesar 69,15 persen.
Sensus ekonomi (SE) dilambangkan dengan warna orange. Warna ini merupakan warna komunikasi sosial dan pembawa optimisme.
Warna orange memancarkan kehangatan dan kebahagiaan, serta membantu membangkitkan semangat.
Barangkali hal ini dapat dikaitkan dengan beratnya pelaksanaan sensus ekonomi yang harus dilakukan petugas.
Seperti diketahui, sensus ekonomi merupakan pendataan bagi seluruh unit usaha ekonomi, baik perorangan, swasta atau perusahaan, dalam skala mikro, kecil, menengah, dan besar.
Hasil SE terakhir, yaitu SE2016, dunia usaha di Jambi masih didominasi oleh Usaha Mikro Kecil (UMK). Jumlah usaha mencapai lebih dari 311 ribu usaha atau 98,9 persen dari total usaha nonpertanian.
UMK mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 718 ribu orang atau sekitar 86 persen dari total tenaga kerja nonpertanian.
Menyambut Sensus Pertanian 2023
Pada 2023 mendatang, BPS di seluruh Indonesia akan mengadakan sensus pertanian. Sensus pertanian diwarnai oleh si hijau, yang merupakan warna keseimbangan, pertumbuhan, dan warna alam.
Mungkin hal ini karena sensus pertanian mendata seluruh kegiatan pertanian, baik itu pertanian tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, kehutanan, perikanan, dan peternakan.
Persiapan Sensus Pertanian (ST) 2023 sudah dilakukan sejak 2022. Antara lain pemutakhiran kerangka geospasial dan muatan wilkerstat ST2023, serta updating direktori perusahaan pertanian (DPP) dan usaha pertanian lainnya (UTL).
Sosialisasi ST2023 pun sudah mulai dilakukan BPS, baik di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Misalnya melalui spanduk, banner, poster, media sosial, media elektronik, dan sebagainya.
Hasil sensus pertanian 2013 yang lalu, tercatat jumlah rumah tangga usaha pertanian di Jambi sebesar 431.589 rumah tangga, yang didominasi subsektor perkebunan dan tanaman pangan. Lalu, bagaimanakah sepuluh tahun kemudian, yaitu tahun depan? Kita tunggu hasilnya di ST2023.