Sensus Dalam Perspektif Warna
Bicara tentang warna, maka BPS pun mengambil peran dalam kegiatan sensus yang menjadi tupoksinya.
Sensus Dalam Perspektif Warna
Oleh: Septie Wulandary, SST, M.Stat
Statistisi Ahli Muda, BPS Provinsi Jambi
TRIBUNJAMBI.COM - Siapa yang tak mengenal warna, bahkan hitam dan putih pun adalah warna.
Warna memberikan unsur keceriaan, keindahan, kedamaian, ketenangan, ketakutan, kesedihan, kebencian, bahkan pengharapan. Warna mengandung unsur psikologis dalam ruang kehidupan.
Setiap warna bisa menimbulkan efek psikologis yang berbeda bagi manusia.
Warna bisa membangkitkan atau meredupkan emosi, dan sebaliknya, penggambaran emosi atau mood seseorang bisa dituangkannya melalui warna pakaian yang dikenakannya, atau warna dinding kamar yang dipilihnya.
Bahkan strategi pemasaran pun ikut menggunakan psikologis warna dalam menarik konsumen.
Menurut para ahli, warna dapat didefinisikan secara objek/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara subjektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman indra penglihatan.
Warna adalah kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dikenalnya. Jadi, ada tiga unsur penting dari warna, yaitu benda, mata, dan unsur cahaya.
BPS Bicara Warna
Bicara tentang warna, maka BPS pun mengambil peran dalam kegiatan sensus yang menjadi tupoksinya.
Kegiatan sensus yang dilakukan BPS ada tiga, yaitu Sensus Penduduk, Sensus Ekonomi, dan Sensus Pertanian. Hal ini pula yang menjadi arti warna dari logo BPS, B berwarna biru, P hijau, dan S orange.
Setiap sensus dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus penduduk dilakukan di setiap tahun yang berakhiran 0, terakhir adalah tahun 2020.
Sensus ekonomi dilakukan di setiap tahun yang berakhiran 6, dan sensus pertanian di setiap tahun yang berakhiran 3.