Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Kasus Ferdy Sambo, Bharada E Dapat Perintah Kilat Habisi Brigadir Yosua
Artikel ini membahas Bharada E mengaku tak tahu menahu soal rencana Ferdy Sambo habisi Brigadir Yosua.
TRIBUNJAMBI.COM - Bharada E mengaku tak tahu menahu soal rencana Ferdy Sambo habisi Brigadir Yosua.
Bahkan Bharada E hanya mendapat perintah singkat untuk turut habisi Brigadir Yosua.
Hal ini disampaikan Ronny Talapessy, pengacara Bharada E.
Bharada E tak mengetahui motif sebenarnya terkait rencana pembunuhan terhadap Brigadir Yosua yang dilakukan Ferdy Sambo.
Ronny Talapessy memastikan Bharada E tidak mengetahui motif penembakan Brigadir J.
Keluar dari rumah Saguling, Bharada E sudah mendapat perintah mengesekusi Brigadir J di rumah dinas.
Bharada E jadi peserta terakhir yang dipanggil masuk.
"Klien saya (Bharada E, red) dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, ruangan rapat, bahwa ternyata memang sudah ada Ibu PC ini membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua," ucap Ronny.
"Waktunya sangat pendek. Klien saya menerima perintah itu, kemudian sampai ke TKP (rumah dinas, red) kurang 20 menit. Bharada E menyampaikan di TKP atau rumah sebelumnya di rumah Saguling ada ibu PC," terang dia.
Bharada E tidak bisa berbuat banyak karena memang mendapatkan perintah saat berada di rumah Jalan Saguling III setelah pulang dari Magelang.
Skenario Pembunuhan
Rencana pembunuhan pada Brigadir J alias Brigadir Yosua dimatangkan setelah Ferdy Sambo Cs pulang dari Magelang, 20 menit sebelum eksekusi penembakan pada Jumat 8 Juli 2022.
Pada rapat tertutup di lantai 3 rumah pribadi Ferdy Sambo diikuti Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka R atau Ricky Rizal dan Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu.
Berdasarkan pernyataan Bharada E melalui Ronny Talapessy, Bharada E hadir terakhir pada rapat itu.
Saat itu beberapa jam sebelum pembunuhan Brigadri J dilaksanakan, Jumat (8/7/2022).
Bharada E ikut rapat setelah dipanggil Bripka RR.
Rapat tertutup itu dipimpin Ferdy Sambo di rumah pribadinya Jalan Saguling III, membahas skenario untuk menghabisi Brigadir J.
Putri Candrawathi menangis saat rapat berlangsung sementara Ferdy Sambo terlihat penuh amarah.
"Jadi memang, ada proses waktu di lantai tiga, ketika klien saya dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, ruangan rapat, bahwa ternyata memang sudah ada Ibu PC ini membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua," kata Ronny pada tayangan TV Onenews.
Artikel Ini Diolah dari Tribunnews.com
Baca juga: Putri Candrawathi Bisa Ajukan JC Seperti Bharada E, Namun Akan Jadi Lawan Ferdy Sambo
Baca juga: Kasus Ferdy Sambo, Bharada E Sebut Putri Candrawathi Menangis saat Rapat Eksekusi Brigadir J
Baca juga: Kasus Ferdy Sambo, Rapat 20 Menit Sebelum Eksekusi Brigadir J, Hadir Putri, Bharada E, Bripka RR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20082022-brigadir-jdffff.jpg)