Kemeriahan Pawai Budaya Jadi Penutup HUT Tanjabbar ke-57 dan HUT RI ke-77
Pawai Budaya merupakan akhir dari seluruh rangkaian kemeriahan HUT Kabupaten Tanjabbar ke-57 dan HUT Kemerdekaan RI ke-77.
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Pawai Budaya merupakan akhir dari seluruh rangkaian kemeriahan HUT Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang ke 57 dan HUT Kemerdekaan RI ke 77 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Tanjabbar.
Pada momen ini kemeriahan dan semangat kemerdekaan sangat terasa. Dimana seluruh jalan yang di lewati pawai dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menyaksikan penampilan penampil.
Dahlan, Plt Kepala Dinas Pendidikan Tanjabbar mengatakan maksud dan tujuan kegiatan merupakan upaya meningkatkan persatuan masyarakat.
"Selain dalam upaya memeriahkan HUT Tanjabbar ke 57 dan HUT Kemerdekaan RI ke 77. Juga bertujuan membangkitkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air," karanya.
Peserta kali ini ialah tingkat satuan pendidikan, PAUD, TK, SD sederajat SMP setingkat, SMA setingkat, pesantren dan unsur pernagkat daerah organisasi pemuda masyarakat.
Anwar Sadat Bupati Tanjung Jabung Barat mengatakan, pawai budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat (Tanjabbar) diharapkan menjadi keaneka ragaman kebudayaan yang ada.
"Tema peringatan HUT RI ke 77: pulih lebih cepat bangkit lebih kuat. Bermakna supaya kita merasakan nilai Pancasila dan kebinekaan menyatukan kita dengan tantangan yang ada," jelasnya.
Bupati menyebutkan dengan pulih lebih cepat di harapkan Indonesia segera melaju dan bersaing dalam berbagai sektor seperti ekonomi dan yang lainnya.
"Pulih lebih cepat tantangan global siap membawa bangsa Indonesia lebih maju," tambahnya.
Pawai budaya ini diharapkan dapat terus meningkatkan persatuan dan kesatuan antar masyarakat yang berbeda ras suku dan agama untuk bersama sama memajukan Indonesia.
"Kegiatan ini semoga dapat mencerminkan indahnya persatuan dan kesatuan," lanjutnya.
Tidak hanya itu saya, bupati juga menjelaskan pawai budaya merepresentasikan lokal budaya dan suku yang ada di Serengkuh Dayung Serentak ketujuan. Patut terus lestarikan dan kita budayakan.
Peserta pawai bangsa ini memerlukan banyak kekuatan untuk mempertahankan keberadaan dan masa depan yang penuh tantangan dan hambatan memperlakukan kearifan lokal untuk menanggulanginya.
"Merupaka kekuatan yang tidak ternilai. Melalui pemahaman niai budaya, berujung terpeliharanya," jelasnya.
Bupati menambahkan Keberadaan adat Tanjung Jabung Barat merupakan tantangan tersendiri untuk terus melestarikannya. Masa boleh berlalu, era boleh berganti namun keberadaan dan eksistensinya harus tetap terbingkai.
Pada kesempatan ini dalam rangka memeriahkan rangkaian akhir dari seluruh rangkaian HUT, dari 18 Juli hingga 18 Agustus 2022 tahun ini.
Bupati Tanjabbar, Wakil Bupati Tanjabbar, ketua DPRD, Kapolres Dandim menaiki becak untuk memeriahkan kegiatan, (tribunjambi.com/adesw/adv).