Inilah Indikator yang Dihasilkan Susenas September 2022
Susenas sering disebut dengan Mother Of Survei karena cakupan indikator yang dihasilkan sangat banyak.
Inilah Indikator yang dihasilkan Susenas September 2022
Oleh : Algupa Kharisma Tazar, S.Tr.Stat.
Fungsional pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Tebo
TRIBUNJAMBI.COM - Susenas merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Badan Pusat Statistik tiap tahunnya.
Di mana tiap tahunnnya dilakukan dua kali, semester pertama dilakukan pada bulan maret dan semester kedua dilakukan pada September.
Susenas sering disebut dengan Mother Of Survei karena cakupan indikator yang dihasilkan sangat banyak.
Susenas yang akan datang akan dilaksanakan pada September 2022 serentak di seluruh Indonesia.
Di mana, modul dipakai pada pelaksaan pada bulan september tahun ini yaitu Modul Kesehatan dan Perumahan (MKP) yang mana akan memotret kondisi kesehatan dan perumahan secara spesifik.
Pelaksaan susenas kali ini bertepatan dengan pertengahan periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sehingga memiliki peran stategis dalam evaluasi capaian pembangunan khususnya bidang kesehatan, perumahan, dan Perlindungan Sosial.
Indikator terbentuk pada pelaksanaan Susenas MKP ini diantaranya Indikator Kesehatan, Indikator Perumahan, Indikator Perlindungan Sosial serta indikator yang terbentuk dari modul konsumsi pengeluaran September 2022.
Berikut rincian dari beberapa indikator tersebut:
Indikator Kesehatan
Komponen yang pertama yaitu terkait telemedis dan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.
Komponen lainnya terkait prevalensi stunting anak balita yang di lihat dari segi kesehatan ibu maupun dari segi kesehatan anak serta juga komponen yang membahas isu terkini yaitu terkait dengan vaksinasi COVID-19 dan kebiasan masyarakat untuk menjalani perilaku hidup sehat.
Indikator Perumahan
Indikator indikator perumahan yang dihasilkan dari pelaksanaan Susenas September MKP ini yaitu terkait penguasaan tempat tinggal, rumah layak huni yang memenuhi syarat kesehatan, cakupan rumah tangga yang terlayani pengelolaan lumpur tinja, pembagian peran dalam penyediaan air minum, perilaku menjaga air minum tetap aman untuk diminum, akses air minum perpiaan, potensi pencemaran udara di rumah, keamanan dan kenyamanan bermukim, dan kesehatan lingkungan.