2.490 Hewan Ternak di Batanghari Sudah Divaksin, Ini Kendala Dihadapi Petugas

Disbunak Kabupaten Batanghari terus melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap seluruh hewan-hewan ternak.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Disbunak Kabupaten Batanghari terus melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap seluruh hewan-hewan ternak. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Batanghari terus melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap seluruh hewan-hewan ternak.

Pemkab Batanghari menargetkan sedikitnya 4.200 ekor sapi yang akan mendapatkan vaksinasi (PMK).

Hal ini diungkapkan oleh Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunak Kabupaten Batanghari, Tuanku Hafiq pada Minggu (14/8/2022).

Dikatakanya dari dosis vaksin tahap pertama 4.200, pihaknya telah menyasar ke 2.490 ekor hewan atau 14.5 persen.

“Masih ada tersisa 1.260 ekor hewan yang belum divaksin dari jumlah dosis diberikan 4.200 itu,” katanya.

Baca juga: PMK di Batanghari Menyerang 546 Hewan Ternak, Tersebar di 41 Desa dan Keluharan

Ia mengatakan dalam pelaksanaanya petugas di lapangan menemukan kendala yakni hewan-hewan ternak ditemukan masih liar, ada yang belum dikandangkan.

Selain kendala itu, petugas mendapati ada hal-hal sangat mendesak seperti ada komplikasi antara virus SE, jembrana dan PMK. Jadi pihaknya harus memilih yang mana divaksin dan mana yang tidak.

“Hewan yang liar belum dikandangkan, kemudian kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi itu sangat minim. Sebab masih banyak masyarakat yang takut akan hewan ternaknya divaksin. Padahal setelah vaksin tidak ada dampak yang merugikan masyatakat,” pugkasnya.

Baca juga: Soal Penangkapan Tapir di Tungkal, BKSDA Jambi Sebut Bentuk Habitatnya Cocok

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved