Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Usai Kunker ke Jambi, Komisi III DPR RI Akan Ketemu Kapolri hingga LPSK Terkait Kasus Brigadir Yosua

Komisi III DPR RI mengaku akan melaksanakan rapat dengan Kapolri, Komnas HAM dan LPSK terkait kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Aryo Tondang
Adies Kadir Ketua Tim Rombongan Komisi III DPR RI saat kunjungan kerja bersama dengan Polda Jambi, di Hotel BW Luxury, The Hok, Jambi, Jumat (12/8/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Komisi III DPR RI mengaku akan melaksanakan rapat dengan Kapolri, Komnas HAM dan LPSK terkait kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Duren III, Jakarta Selatan, Jumat 8 Juli 2022 lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Adies Kadir Ketua Tim Rombongan Komisi III DPR RI saat kunjungan kerja bersama dengan Polda Jambi, di Hotel BW Luxury, The Hok, Jambi, Jumat (12/8/2022).

"Ada rencana rapat kerja dengan Kapolri, pada tangal 23, demikian juga dengan Komnas HAM dan LPSK," kata Adies, Jumat (12/8/2022).

Ia mengaku, Komisi III juga terus memantau perkembangan kasus ini, namun saat ini pihakny masih dalam agenda Reses, sehingga belum melakukan rapat untuk membahas kasus ini.

"Pada saat masuk nanti, disitu laah kami akan berkordinasi terkait dengan prosedur ini," katanya.

Baca juga: Kunker ke Polda Jambi, Komisi III DPR RI Sebut 55 Anggota Terlibat Pengawasan Kasus Brigadir Yosua

Baca juga: Harga Cabai di Kota Jambi Jumat (12/8/2022), Cabai Rawit Rp 46 Ribu per Kg

Adies mengaku, sejak awal Komisi III selalu memantau kinerja tim yang terlibat dalam penanganan ini, dengan selalu berkordinasi dan bertemu dengan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Katanya, ada hampir 55 orang anggota Komisi III ikut melakukan fungsi pengawasan, yakni, mengawasi kinerja dari pada Timsus terkait dengan kasus ini.

"Kasus sudah berjalan dan dilakukan penyelidikan oleh mlMabes Polri terkait dengan tim khusus yang tidak hanya dari Polri, tetapi tim tim independen lainnya, baik dari para ahli, forensik dan lain sebagainya, kmudian juga balistik, Komnas HAM, LPSK semuanya," katanya.

Terkait intensitas pengawasan kasus yang melibatkan Irjen Pol Ferdy Sambo, kata Adies, mulai dari pimpinan sampai dengan anggota, selalu berkomunikasi dengan pemangku kebijakan.

"Jadi kita akan memantau terus, dan dalam reses ini, kita belum bisa melakukan rapat, kami nanti masuk pada 16 Agustus baru bisa melakukan rapat- rapat itu tanggal 18 Agustus," jelasnya.

Adies mengaku mengapresiasi Kapolri dalam penanganan ini, menurutnya, Kapolri sudah bekerja dan melakukan gerakan-gerakan yang transparan dan akuntabel.

Hal tersebut, katanya terlihat dari melakukan penonaktifan sejumlah anghota Polri dan menetapkan tersangka dalam kasus ini. (Tribunjambi.com/Aryo Tondang)

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Harga Cabai di Kota Jambi Jumat (12/8/2022), Cabai Rawit Rp 46 Ribu per Kg

Baca juga: Kunker ke Polda Jambi, Komisi III DPR RI Sebut 55 Anggota Terlibat Pengawasan Kasus Brigadir Yosua

Baca juga: Isi Surat Pencabutan Kuasa Hukum Bharada E, Diketik Rapi dan Pakai Bahasa Hukum, Ada Intervensi?

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved