Jika Semua Orang Dipanggil Kayo, Lalu Siapa yang Miskin di Sungai Penuh?

Persentase penduduk miskin di Kota Sungai Penuh merupakan yang terkecil di Provinsi Jambi yakni 3,41 % di tahun 2021.

Editor: Rahimin
istimewa
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Alvia Santoni memimpin rapat tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) 

Jika Semua Orang Dipanggil Kayo, Lalu Siapa yang Miskin di Sungai Penuh?

M Ammar Alwandi

Statistisi Ahli Pertama BPS Kota Sungai Penuh

Hal unik ketika kita sedang berada di Sungai Penuh adalah semua orang dipanggil Kayo. Dalam Bahasa Jambi sehari-hari kata Kayo artinya adalah kaya.

KBBI juga menyebutkan bahwa kaya adalah mempunyai banyak harta. Lalu, apakah berarti semua orang Sungai Penuh itu kaya?

Sungai Penuh, Kota dengan Kemiskinan Terendah se-Provinsi Jambi

Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sungai Penuh, persentase penduduk miskin di Kota Sungai Penuh merupakan yang terkecil di Provinsi Jambi yakni 3,41 persen di tahun 2021. Provinsi Jambi sendiri memiliki persentase penduduk miskin sebesar 8,09 %.

Walaupun terkecil se-Jambi, hal itu tidak membuat Pemerintah Kota Sungai Penuh puas. Alvia Santoni, Wakil Walikota sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Sungai Penuh, menerangkan bahwa Pemkot Sungai Penuh menargetkan angka kemiskinan tahun 2022 adalah sebesar 2,97 % .

Dalam rapat TKPK tanggal 2 Agustus 2022, Wawako menyebutkan data yang valid dan akurat adalah hal yang sangat penting untuk “mengepung” sisa penduduk miskin di Sungai Penuh dengan berbagai bauran kebijakan. Lalu sebenarnya siapa yang dikatakan miskin?

Jadi Siapa yang Miskin?

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved