Besok JNE akan Buka Suara Terkait Penimbunan Beras Bansos di Depok, Ada Pihak akan Disomasi

Penemuan sembako bantuan sosial (bansos) presiden di lahan kosong di wilayah Sukmajaya, Depok, Jawa Barat masih dalam pengusutan.

Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Lokasi dugaan penimbunan sembako bantuan presiden di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (31/7/2022). Sembako tersbut dipendam di dalam tanah sedalam 3 meter.\ 

TRIBUNJAMBI.COM - Penemuan sembako bantuan sosial (bansos) presiden di lahan kosong di wilayah Sukmajaya, Depok, Jawa Barat masih dalam pengusutan.

Diperkirakan beras bantuan presiden ini berjumlah 3.675 kilogram atau 289 karung.

Diperkirakan bantuan beras itu dikubur pada November 2021.

Lokasi dugaan penimbunan sembako satu kontainer di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (31/7/2022). Kondisi sembako yakni beras, telur, minyak goreng, dan lainnya sudah membusuk.
Lokasi dugaan penimbunan sembako satu kontainer di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (31/7/2022). Kondisi sembako yakni beras, telur, minyak goreng, dan lainnya sudah membusuk. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Mulanya, sembako yang terkubur di kedalaman 3 meter itu ditemukan pada Jumat (29/7/2022).

Selain beras, ditemukan pula sembako berupa minyak goreng, tepung terigu, dan telur.

Saat ditemukan, bahan-bahan pokok tersebut sudah dalam keadaan busuk dan berjamur.

Saat diperiksa polisi pada Senin (1/8/2022), pihak JNE mengaku bekerja sama dengan PT DNR dalam penyaluran sembako bantuan presiden itu.

”JNE bekerja sama dengan vendor, namanya PT DNR. DNR inilah selaku pemegang distribusi beras bansos dari pemerintah kepada masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, dilansir dari Kompas.id, Selasa (2/8/2022).

Dalam kontrak kerja sama antara JNE dan DNR itu, pihak JNE dipercaya menyalurkan bantuan sosial dengan jumlah mencapai ratusan ribu ton.

Peran JNE dalam kontrak kerja sama tersebut sebagai jasa ekspedisi yang bertugas mengantar beras bansos kepada warga yang namanya sudah ada dalam daftar penerima bantuan sosial.

Baca juga: Benarkah Amerika Serikat Terlibat Langsung pada Perang Ukraina-Rusia?

Baca juga: Kompolnas Sebut Timsus Sudah Periksa Irjen Ferdy Sambo Terkait Tewasnya Brigadir J, Apa Hasilnya?

Ratusan ribu ton beras yang sudah jadi tanggung jawab penyaluran oleh JNE itu kemudian diambil pihak JNE ke gudang Bulog di Cakung, Jakarta Timur.

Di saat pengambilan beras bansos oleh JNE, ada gangguan dalam perjalanan akibat hujan deras.

”Sehingga, beras ini dikatakan dalam kondisi rusak. Beras yang basah itu, menurut JNE, jadi tanggung jawab JNE dan sudah diganti oleh JNE dengan paket lain yang setara,” kata Zulpan.

Polisi, kata Zulpan, masih mendalami pengakuan dari JNE terkait beras yang basah, rusak, dan telah diganti tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved