Update Keracunan di Tebo, Polisi Periksa Tukang Sate, Pihak Sekolah dan Pembuat Makanan
Ada 127 warga Tanjung Simalidu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo keracunan. Diduga usai makan sate di acara pawai obor.
Penulis: Sopianto | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,MUARA TEBO- Ada 127 warga Tanjung Simalidu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo keracunan.
Dugaan sementara kejadian ini bermula setelah pembagian makanan sate usai acara dengan pawai obor tahun baru Islam 1444 Hijriyah.
Paling banyak, korban keracunan sate merupakan anak-anak dan orang tuanya.
Dari data yang berhasil dikumpulkan oleh Tribun di lapangan 80 persen korban keracunan adalah anak-anak dan sisanya adalah wanita.
Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega saat dikonfirmasi Selasa (2/7/2022) mengatakan semua pihak sudah diperiksa dan sudah diminta keterangan.
Fitria menyebut, sampai saat ini pihaknya belum menerima hasil laboratorium yang dikirimkan Dinas Kesehatan ke Jambi.
"Untuk mengetahui apakah keracunan itu berasal dari makan sate atau bukan, itu berdasarkan hasil lab," kata Fitria Mega.
Baca juga: 127 Warga Tanjung Simalidu Tebo Keracunan Sate, Bupati Dirikan Posko dan Dapur Umum
Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan proses penyedilakan, apakah anak-anak tersebut hanya makan sate ataukah ada makanan yang lain.
Kata Fitria dugaan sementara makan sate, namun untuk pihaknya belum mengetahui apakah makan sate atau ada makan lainnya.
"Tukang sate, pihak sekolah dan yang membuat makanan sudah kita periksa, kita dari kepolisian sedang menunggu hasil lab itu," ujar Fitria Mega.
Informasi yang berhasil dikumpulkan anak-anak tersebut makan sate usai melaksakan pawai obar sekira pukul 21.00 WIB malam.
Sedangkan keracunan tersebut sekira pukul 6.00 WIB pagi baru ada gejalah. Artinya ada tenggang waktu yang cukup lama keracunan itu.
Fitria menyebut, pihaknya sedang melakukan penyelidikan apakah dari pukul 21.00 hingga 6.00 apakah ada makan atau minum selain sate saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan.
Baca juga: Puluhan Anak di Tebo Keracunan, Diduga Usai Makan Sate
"Karena proses kerancunan itu tidak langsung, ada durasi yang cukup lama hingga anak tersebut keracunan," kata Fitria.
Pada saat anak tersebut makan sate kata Fitria Mega anak teresebut juga minum air kemasan.
"Air kemasan dan muntahan dari anak tersebut sudah dibawah ke labor Jambi untuk diperiksa dan sampai saat ini kita sedang menungu hasil lab tersebut," pungkasnya.(Tribunjambi.com/Sopianto)
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News