Perang Rusia Ukraina
Jerman Kirim Peluncur Roket Ganda, Bantu Ukraina Perangi Invasi Rusia
Artikel ini membahas Jerman mengirim peluncur roket untuk Ukraina yang sedang melawan Rusia.
TRIBUNJAMBI.COM - Jerman mengirim peluncur roket untuk Ukraina yang sedang melawan Rusia.
Sebelum peluncur roket, Ukraina juga telah mendapat bantuan senjata tank lapis baja dari Jerman guna melawan Rusia.
Bantuan Jerman itu adalah bagian dari dukungan Sekutu untuk Ukraina.
Dikutip dari Reuters, Selasa (2/8/2022) Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov menyebut pemberian bantuan tambahan itu sebagai bagian dari serangkaian pengiriman senjata berat presisi tinggi yang telah dijanjikan oleh sekutu untuk Ukraina.
Diketahui Ukraina juga telah menerima tambahan empat sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS) buatan AS.
"Saya berterima kasih kepada @POTUS dan @SecDef Lloyd Austin III dan orang-orang (AS) atas penguatan #UAarmy," tulis Reznikov di Twitter.
Sebelumnya pemerintah Jerman kirim 16 kendaraan lapis baja untuk Ukraina.
Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht.
Dikutip dari Ukrinform, Jerman memberi lampu hijau transfer 16 lapis baja lapis baja Biber ke Angkatan Darat Angkatan Bersenjata Ukraina.
"Kami terus mendukung! Menteri Lambrecht mengambil keputusan untuk mengirim 16 lapis baja lapis baja Biber untuk lebih mendukung Angkatan Darat Ukraina.
Mereka dapat digunakan untuk mengatasi air dan rintangan lain selama pertempuran," tulis Kementerian Pertahanan Jerman di Twitter. .
Seperti disebutkan di situs web Bundeswehr, kendaraan lapis baja ini membantu memastikan mobilitas pasukan untuk mengatasi penampang medan, jurang atau waduk air.
Bahkan senjata yang dikirim ini bisa jadi jembatan lapis baja berkecepatan tinggi dengan panjang total 22 meter terhubung dari dua bagian.
Bridgelayer biber dibuat pada sasis tangki Leopard-1.
Sebelumnya, Jerman mengirimkan tiga MLRS Mars II ke Ukraina.
Sepuluh howitzer self-propelled PzH 200 dan lima kendaraan tempur lapis baja Gepard sudah berada di Ukraina.
Amerika Tambah HIMARS
Amerika menambah pasokan HIMARS untuk Ukraina.
Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada awal pertemuan virtual dengan sekutu di Ukraina seperti dikutip dari Reuters, Kamis (21/7/2022).
Sekitar 200 tentara Ukraina telah dilatih menggunakan HIMARS.
Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley mengatakan, Ukraina menggunakan HIMARS untuk menyerang titik komando dan kontrol Rusia, jaringan logistik dan situs pertahanan udara di Ukraina.
HIMARS yang dioperasikan pasukan Ukraina tak mampu ditangkal S-400 Rusia hingga 12 prajuritnya dilaporkan tewas beberapa waktu lalu.
Ukraina menggunakan HIMARS bantuan AS di Kherson bagian selatan wilayah yang dikuasai Rusia hingga tewaskan 12 prajurit.
HIMARS mampu menjelajah hingga 80 km dan mampu membawa hingga 6 rudal sekaligus.
Dengan jangkauan HIMARS yang luas membuat Ukraina dapat mengerahkan senjata canggih itu di luar jangkauan sebagian besar artileri Rusia.
Sebagian Artikel Ini Diolah dari Tribunnews.com
Baca Artikel Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Jerman Kirim 16 Kendaraan Lapis Baja ke Ukraina untuk Menghadapi Pasukan Rusia
Baca juga: Serangan Balasan Ukraina Tewaskan 100 Tentara Rusia di Kherson
Baca juga: Kewalahan Hadapi Ukraina, Kini Rusia Pakai Tentara Bayaran dan Relawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Howitzer-M77.jpg)