Perang Rusia Ukraina

Kewalahan Hadapi Ukraina, Kini Rusia Pakai Tentara Bayaran dan Relawan

Rusia dilaporkan memilih menggunakan relawan dan tentara bayaran untuk perang di Ukraina.

Editor: Heri Prihartono
(FILIPPO MONTEFORTE / AFP)
Tentara Rusia berpatroli di Perevalnoye Ukraina. Rusia bertindak tegas terhadap tentaranya yang ogah perang di Ukraina 

TRIBUNJAMBI.COM - Rusia dilaporkan memilih menggunakan relawan dan tentara bayaran untuk perang di Ukraina.

Dalam berbagai postingan tentara bayaran dari relawan dibutuhkan Rusia.

Bahkan relawan tak perlu banyak pengalaman untuk melawan Ukraina, CNN melaporkan.

Diprediksi ada 30.000 sukarelawan mungkin dimobilisasi untuk melengkapi barisan Rusia yang terkuras oleh pertempuran selama lima bulan.

Tentara bayaran itu kemungkinan akan dirikirm ke wilayah Donbas timur.

Pekan lalu, Richard Moore, kepala MI6, dinas intelijen rahasia Inggris mengatakan, Rusia akan semakin sulit untuk memasok tenaga kerja, bahan selama beberapa minggu ke depan.

Batalyon ini adalah salah satu cara untuk menambah tenaga militer Rusia.

Rusia membidik daerah yang lebih miskin dan lebih terisolasi, menggunakan iming-iming uang cepat.

Kateryna Stepanenko, peneliti Rusia di Institute for the Study of War di Washington, mengatakan beberapa batalyon akan mengambil bagian secara eksklusif dalam dukungan tempur dan operasi dukungan tempur, seperti batalyon logistik atau sinyal.

Sementara yang lain akan memperkuat unit militer yang sudah ada sebelumnya atau membentuk batalyon tempur.

Pelatihan jangka pendek tidak mungkin mengubah sukarelawan tanpa pengalaman sebelumnya menjadi tentara yang efektif di unit mana pun.

"Kremlin dilaporkan memerintahkan semua 85 subjek federal Rusia (wilayah Federasi Rusia ditambah Krimea dan Sevastopol yang diduduki) untuk merekrut batalyon sukarelawan untuk menghindari menyatakan mobilisasi sebagian atau penuh di Rusia," kata Stepanenko.

Tetapi daerah diharapkan untuk membantu mendanai perekrutan, yang katanya menempatkan beban berat pada anggaran daerah.

Krasnoyarsk di Siberia, misalnya, harus menyisihkan sekitar $2 juta (sekitar Rp 29,6 miliar) untuk proyek tersebut, kata Stepanenko.

Artikel InI Diolah dari Tribunnews.com

Baca Artikel Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Update Perang Ukraina, Serangan Rudal Rusia di Kota Kyiv Lukai 15 Orang

Baca juga: Strategi Ukraina Gempur Rusia, Persempit Kekuasaan Musuh Lewat Serangan Kilat

Baca juga: Roket Ukraina Hancurkan Jembatan Penyebrangan Pasukan Rusia, 51 Tentara Tewas

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved