Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Bareskrim Ambil Alih 2 LP Kasus Kematian Brigadir Yosua dari Polda Metro Jaya, Ini Alasannya
Polda Metro Jaya menangani dugaan kasus pelecehan, dan pengancaman serta kekerasan oleh Brigadir J terhadap Istri Irjen Ferdy Sambo
"Tidak mudah ini menurut saya. Saya mengerti saya akan dapatkan tekanan. Jangan biarkan kami berjuang sendiri," ungkapnya.
Terkait hasil autopsi ulang Brigadir Yosua Hutabarat, kata dia, keluar dalam 4-8 minggu.
"Harus terjawab sebab kematian. Dia ditembak dulu atau disiksa dulu," ungkapnya.
Pihaknya juga mempertanyakan apakah benar TKP hanya di Duren Tiga.
"Kalau kontak terakhirnya itu pukul 10.58, lalu Polres mengatakan mayat tergeletak pukul 17.00, apakah benar TKP cuma di duren tiga. itu harus terungkap," ujarnya.
Ia meminta polisi bisa mengusutnya. "Jangan dibentur-benturkan dan memancing kami supaya berspekulasi," jelasnya.
Ia mengatakan, kasus ini harus secepatnya diselesaikan. "Makin lambat diselesaikan, maka keadilan akan sulit dijangkau," tegasnya.
Sikapi LPSK
Menurut Johnson, saat ini soal perindungan saksi menjadi problem besar.
Mengadu ke LPSK bisa jadi tak bisa menyelsaikan masalah.
"Bagaimana kami mau ke LPSK, mereka sudah menunjukkan lebih menangani istri jendral dan jenderal," ucapnya.
Dia bilang LPSK sama sekali tidak memperhatikan keluarga korban selama ini.
"Korban ini bagaimana, keluarga ini yang tertekan dan diancam-ancam bagaimana?" terangnya.
Sementara itu, Kapolri sebelumnya mengatakan tim khusus dibentuk untuk membuat kejadian terungkap seluruhnya.
Tim khusus yang dibentuk Kapolri terdiri dari Komnas HAM, Kompolnas, dan Polri.
Baca juga: Rangkuman Peristiwa Penting Kasus Brigadir J Meninggal di Rumah Ferdy Sambo