Petani Tekor, Harga Sawit di Tebo Hanya Rp 780, Dipresidiksi Turun Lagi

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Tebo Jambi hanya Rp 780 per kilo, Selasa (26/7/2022).

Penulis: Sopianto | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Harga Sawit di Tebo Selasa (26/7/2022) Rp 780 Per Kg. 

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA TEBO- Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Tebo Jambi hanya Rp 780 per kilo, Selasa (26/7/2022).

Harga TBS Rp 780 sudah sejak 5 hari, dan belum ada tanda-tanda kenaikan harga dari pihak pabrik kelapa sawit.

Hal itu disampaikan Abu Bakar pengepul sawit di Desa Teluk Rendah Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo.

"Iyo benar, hargo TBS di tingkat petani kini cuman Rp 780, itu sudah sejak 5 hari, belum ado tando-tando kenaikan, informasinya mau turun lagi," kata Abu saat dikonfirmasikan.

Bahkan diakui Abu, saat ini petani sudah mengeluh dengan anjloknya harga TBS di Kabupaten Tebo.

Dikatakan Abu, petani cuma minta harga dinormalkan kembali, setidaknya di atas Rp 1.000 perkilo.

"Kalau harga Rp 1.500 per kilo petani jadi mudah menghitung biaya operasionalnya, kalau Rp 780, payah mau ngaturnya, belum lagi upah panen dan upah melangsir sangat tinggi," kata Abu.

Baca juga: Harga Sawit di Muaro Jambi Selasa (26/7/2022) Rp 1.200 Per Kilogram, Turun Rp 100

Abu menyebut, upah panen Rp 200 ribu per ton upah lansir 150 ribu.

Bahkan diharga Rp 780 petani di Teluk Rendah banyak membiarkan buah membusuk dipohon. Petani menilai upah panen dan upah lansir tidak sesuai dengan harga TBS.

"Kalau dihitung jarak tempuh dari kebun ke tengkulak dengan hargo sawit kini, petani jadi tekor, hargo sawit Rp 780, sedangkan upah panen Rp 200 ribu per ton, upah langsir Rp 150 ribu, itu untuk jarak yang dekat, kalau jarak tempuh nyo jauh beda lagi upah langsirnyo," kata Abu.

Bahkan diakui Abu, untuk penurunan dan kenaikan harga TBS tidak menentu, berbeda dengan dahulu, kalau dulu dikasih aba-aba ketika harga TBS turun kalau sekarang tidak menentu.

"Kalau dulu kita dikasih tau, seminggu atau dua minggu kita sudah tahu kalau sawit bakal naik, ataupun turun kalau sekarang mendadak, sehingga kami pihak pengepul juga kewalahalan," kata Abu.

Baca juga: Harga Sawit di Tebo Selasa (26/7/2022) Rp 780 Per Kg, Petani Biarkan Buah Busuk di Pohon

Lanjut Abu, kadang dirinya membeli dengan harga mahal dan dijual ke pabrik dengan harga murah. Itu salah satu penyebab tidak dikasih aba-aba oleh pihak pabrik.

"Kami pengepul ni kadang-kadang rugi jugo, beli pada saat hargo mahal, jual kepabrik saat hargo turun," pungkasnya.(Tribunjambi.com/Sopianto) 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved