DPRD Provinsi Jambi

Analisa Penentuan Lokasi Stadion Center Dinilai Tidak Lengkap, Abunyani Walk out dari Ruang Rapat

Analisa penentuan lokasi pembangunan stadion center Jambi oleh konsultan PUPR Provinsi Jambi dinilai belum lengkap, anggota Komisi III DPRD Provinsi

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi Abunyani pilih Walk Out (keluar) dari ruang rapat penentuan lokasi pembangunan stadion center Jambi. 

TRIBUNJAMB.COM, JAMBI - Analisa penentuan lokasi pembangunan stadion center Jambi oleh konsultan PUPR Provinsi Jambi dinilai belum lengkap, anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi Abunyani pilih Walk Out (keluar) dari ruang rapat.

Untuk diketahui, anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi melaksanakan hearing bersama Dinas PUPR Provinsi Jambi di ruang rapat Banggar DPRD Provinsi Jambi, Jumat (15/7/22) membicarakan soal penentuan lokasi pembangunan stadion center Jambi.

Abunyani pun merasa kesal, karena penjelasan dari konsultan terkait analisa penentuan lokasi rencana pembangunan stadion, yakni di Pijoan, Pondok Meja dan di Sungai Gelam belum lengkap kriteria penilaian terhadap analisa penentuan lokasi pembangunan stadion center tersebut.

"Yang dianalisa itu ada empat aspek legal, teknis, lingkungan dan aspek sosial. Sementara aspek ekonomi dan budaya tidak dimasukkan, dan belum lengkap makanya kita Walk out," kata Abunyani dengan kesal.

Presentasenya hanya beberapa halaman saja, Namun yang Ia sesalkan dengan pihak konsultan, anggaran cukup besar tanpa adanya aspek budaya dan aspek ekonomi.

"Aspek budaya itu penting. Karena Jambi ini adalah daerah adat. Begitu juga aspek ekonomi lebih penting dengan keberadaan stadion center tersebut bisa memberikan dampak ekonomi pada Jambi," ujarnya.

Baca juga: Hingga Jumat Siang, Air Masih Menggenangi Jalan Pangeran Hidayat Jambi

Baca juga: Pembangunan Stadion Center di Pijoan Dapatkan Nilai Tertinggi, Komisi III Masih Mempertanyakan

Kata Abunyani, jika hanya sekedar membuat ikon, ngapain? Sementara perekonomian masyarakat Jambi dari hari ke hari kian susah, infrastruktur jalan pun banyak rusak.

Selanjutnya dia juga menanyakan aspek hukum legal lokasi di Pijoan, dimana status studi nya belum clear. Konsultan menjelaskan masih dalam proses.

Nah kok lagi diproses tapi dianalisa gitu, Padahal menurut Permendagri nomor 21 tahun 2011 pasal 57, atau PP nomor 12 tahun 2019 pasal 92. Untuk pekerjaan fisik intinya lokasi harus jelas clean end clear.

"Sedangkan ini sudah dalam proses menggunakan anggaran, kenapa tidak di selesaikan dulu masalah lokasi. Saya melihat penjelasan dari pihak konsultan sangat normatif tidak kongkret. Makanya saya Walk Out. Kalau mau presentase harus bawa data yang lengkap jangan sepotong potong," tutupnya. (Tribun Jambi.com/ Hasbi Sabirin)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Merkuri Memberi Efek Memutihkan Wajah Namun Berbahaya pada Pemakaian Jangka Lama

Baca juga: Hingga Jumat Siang, Air Masih Menggenangi Jalan Pangeran Hidayat Jambi

Baca juga: Harga Cabai di Tebo Mencapai Rp 120 Ribu, Pedagang Sebut Pemkab Tak Punya Gudang Penyimpan Barang

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved