Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Status Bharada E Masih Menjadi Saksi Kasus Penembakan Brigadir Yosua Hingga Tewas
Pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus penembakan di rumah Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Yosua
Dia kemudian berkomunikasi dengan ibunya akan kembali ke Jakarta. "Waktu itu masih aktif chat," jelas Samuel.
Mereka memperkirakan, perjalanan Magelang menuju Jakarta sekira 7 jam.
Mereka menghubungi kontak Brigadir J memastikan apakah sudah tiba di Jakarta.
Namun, saat itu Brigadir J tidak bisa dihubungi, semua kontak di keluarganya telah diblokir.
"Semua di blokir, kakaknya dan yang lainnya di blokir," katanya.
Tidak berselang lama, mereka mendapat kabar anaknya itu telah meninggal dunia.
Baca juga: Hasil Autopsi Sementara Jasad Brigadir Yosua, 7 Luka Tembak Masuk dan 6 Luka Tembak Keluar
Mirisnya, informasi tidak mereka terima langsung dari kepolisian, tapi dari adik kandung Brigadir Yosua yang juga bertugas di Mabes Polri.
Samuel juga mengaku tidak dimintai persetujuan terkait proses autopsi yang dilakukan terhadap anaknya.
Tidak ada juga pemberitahuan kepada mereka sebelumnya.
Ia mendapati jenazah anaknya dalam kondisi lebam di sekujur tubuh.
Ada luka tembak pada bagian dada, tangan, leher, serta bekas jahitan hasil autopsi.
"Tidak ada meminta persetujuan keluarga atas autopsi yang dilakukan," katanya.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bharada E, Pengawal Ferdy Sambo yang Menembak Mati Brigadir J: Penembak Nomor 1 di Resimen Pelopor
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Kapolri Sebut 2 Kasus Diusut pada Baku Tembak di Rumdin Kadiv Propam yang Menewaskan Brigadir Yosua
Baca juga: Brigadir Yosua Bawa Senjata HS 16 dan Bharada E Pakai Glock 17 saat Saling Tembak di Rumdin