Berita Kota Jambi
Kepala UPTD Kebun Binatang Taman Rimba Jambi Ceritakan Detik-detik Kelahiran Bayi Tapir
Kelahiran Erliadha, bayi Tapir berumur lima hari itu di kebun binatang Taman Rimba Jambi menjadi kebahagian tersendiri bagi pihak kebun binatang.
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM - Kelahiran Erliadha, bayi Tapir berumur lima hari itu di kebun binatang Taman Rimba Jambi menjadi kebahagian tersendiri bagi pihak kebun binatang.
Bayi tapir atau tapirus tersebut lahir bertepatan perayaan Idul Adha 10 Juli 2022 dan menjadi hewan termuda di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi.
Kepala UPTD Kebun Binatang Taman Rimba Jambi, Erliyani, bersyukur dengan kelahiran ini.
Dia juga menceritakan detik-detik kelahiran bayi tapir tersebut.
Proses kelahiran bayi tapir normal dan berlangsung lancar.
"Setengah 12 siang dapat laporan dari staff ada tapir yang akan melahirkan kita langsung ke lokasi dan saat sampai di kandang bayi tapir telah lahir dan sedang dibersihkan oleh induknya tetapi bari belum dimakan dan segera kita pisahkan dari tapir lainnya," ujar Erliyani.
Dia mengatakan ini merupakan kelahiran kelima satwa tapir di kebun binatang Taman Rimba Jambi.
Tapir termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia.
Erliyani mengatakan hewan berwarna hitam putih ini mengandung selama 400 hari atau 13 bulan dan empat hari.
Masa birahi tapir juga lama yakni dua tahun masa birahi
"Kalau dihitung-hitung hampir 4 tahun kita menunggu untuk kelahiran satu bayi tapir," katanya.
Bayi tapir yang baru lahir dan juga sang induk saat ini terus dipantau kesehatannya siang dan malam.
Keeper Tapir, Wawan, juga terus memantau perkembangan bayi tapir guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Dokter hewan juga disiagakan untuk menjaga bayi tapir.
"Tapir termasuk hewan yang sensitif, jika stress anaknya bisa diserang, kita juga takut anaknya terhimpit induk, makanya kita standby terus menjaga," ujar Wawan.
Induk tapir juga diberi pakan tambahan agar air ASI untuk bayi lancar.