Breaking News:

Berita Sarolangun

Hutan Lebat di Perkantoran Sarolangun Akan Diubah Menjadi Kawasan Camping Ground

Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), merencanakan untuk memberdayakan hutan rindang di sekitar hutan kota

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Abdullah Usman
Hutan Lebat di Perkantoran Sarolangun akan dibangun camping ground. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), merencanakan untuk memberdayakan hutan rindang di sekitar hutan kota menjadi wisata camping ground.

Dengan konsep yang lebih ekstrim, pemerintah mencoba menyulap hutan lebat menjadi kawasan camping ground bersama keluarga, ataupun untuk kegiatan sekolah.

Selain dapat bermalam di hutan yang lebat, nantinya pengunjung juga dapat bersantai mengelilingi kawasan hutan kota menggunakan sampan di sepanjang aliran sungai yang menghubungkan antar sudut hutan kota.

"Lokasinya sudah ada, konsepnya juga sudah ok. Saat ini kita tinggal mulai melakukan tahap awal pembersihan terlebih dahulu, " ujar Kadis LH Sarolangun Kurniawan, Jumat (8/7).

Lanjutnya, memang untuk kawasan yang akan kita bangun camping ground ini sudah bukan kawasan hutan kota.

Namun lokasinya masih di dalam kawasan perkantoran Sarolangun, yang dulunya sudah pernah di bangun taman namun fakum.

"Kita akan mencoba menampilkan sesuatu yang berbeda, dan tentunya banyak diminati oleh kaum kekinian, " ujarnya.

Ribuan Honorer Leges Akta Kelahiran, Tidak Menganggu Pelayanan Lain

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Tanjung Jabung Timur Hanya Rp 500 per Kg

Untuk gambaran geografis lokasinya sendiri, dikawasan yang memiliki luas lebih kurang empat hektar, dengan kondisi tanah jenis mineral (padat) bukan gambut. Dan memiliki beberapa aliran sungai dan pohon besar yang cukup rindang.

Selain itu nantinya akan ada fasilitas pendukung lainnya, seperti arena outbond, flying fox, dan juga beberapa kamar kecil yang nantinya menjadi tempat penunjang bagi para pengunjung hutan.

"Intinya, kita kan mencoba mengubah kesan seram dan horor di komplek perkantoran ini. Menjadi kawasan ramah dan nyaman bagi masyarakat, " pungkasnya. (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Tanjung Jabung Timur Hanya Rp 500 per Kg

Baca juga: Ribuan Honorer Leges Akta Kelahiran, Tidak Menganggu Pelayanan Lain

Baca juga: Gelagat Natasha Wilona Tanya Kriteria Istri Idaman Aliando Syarief: Sayang Banget

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved